Berita

Hafid Abbas/RMOL

Politik

Mantan Komnas HAM: Ada 35 Juta Hektare Tanah Dikuasai Pihak Tertentu

SABTU, 31 MARET 2018 | 00:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Mantan Komisioner Komnas HAM Hafid Abbas mengungkapkan ada 35 juta hektar tanah di Indonesia dimiliki oleh segelintir orang atau korporasi.

Hafid mengungkapkan data tersebut didapat saat menanganai sejumlah kasus agraria saat di Komnas HAM. Menurutnya, kasus kepemilikan tanah sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia, terlebih ketika jika dikaitkan dengan Pasal 33 UUD 1945.

"Itu benar datanya seperti itu, silahkan diusut oleh media," ujar Hafid saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (30/3).


"35 juta hektar itu sama dengan 600 kali kota Jakarta. Itu semua dimiliki oleh segelintir orang. Terus bangsa ini dapat apa," imbuhnya.

Guru Besar UNJ itu menambahkan tidak hanya kepemilikan lahan, para pengembang menyimpan dana hasil pengelolaan lahan tersebut di Singapura dengan nominal mencapai Rp3 ribu triliun.

Sayangnya Hafid enggan menyebut siapa-siapa saja yang menguasai tanah dengan jumlah fantastik tersebut.

"Seharusnya uang sebesar itu adalah milik kita bangsa Indonesia," pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais mengkritik langkah pemerintah terkait pembagian sertivikat tanah adalah program kebohongan publik. Amien menilai pemerintah membagi kan sehetar tanah ke pada masyarakat sementara sisanya dikuasai pihak tertentu.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo juga melayangkan kritik bahwa program bagi bagi sertifikat tanah ala pemerintah Jokowi tidak sesuai target.

Dradjad menjelaskan pemerintah menyatakan berhasil mencapai target sertifikasi tanah sejumlah 5 juta bidang tanah pada 2017. Namun, dari data Kementerian Agraria dan Tata Ruang, jumlah bidang yang selesai baru 4,23 juta.

"Jadi realitasnya, BBS (bagi-bagi sertifikat) meleset 15,4 persen," kata Dradjad. [nes]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya