Berita

Dunia

Borobudur Jadi Sensasi di Korea Selatan

JUMAT, 30 MARET 2018 | 17:01 WIB | LAPORAN:

Walaupun jauh dari ukuran sebenarnya, replika Borobudur berdimensi 1.2 x 1.2 meter persegi berbahan tembaga yang diterbangkan langsung dari daerah asalnya di Jawa Tengah, membuat heboh pengunjung Seoul International Buddhism Expo 2018.

Di hari pertama saja, Kamis (29/3), hampir 1000 orang mendatangi stand Indonesia untuk meminta informasi atau sekedar mengabadikan mega structure tersebut.

"Pasti akan lebih banyak orang Korea yang akan mengunjung Borobudur sekiranya mereka tahu betapa megahnya warisan budaya ini, " ucap salah satu Biksu pengunjung stand Indonesia yang terletak di Hall 3 Seoul Trade Exhibition and Convention (SETEC)  Korsel.


Lain lagi komentar pengunjung bernama Lee. "Bangsa Indonesia pasti sangat bangga. Di jaman yang masih penuh dengan keterbatasan di abad 9 telah mampu membuat mega karya yang sarat dengan nilai dan ajaran seperti ini," kagumnya.

Sementara itu Biksu Beophyeon, salah satu Biksu terkemuka di Korea Selatan yang sebentar lagi akan menjadi Biksu Kepala di Jepang, berpesan untuk melestarikan Borobudur.

"Saya tahu bahwa bangsa Indonesia sebagian besar beragama Islam, namun saya menitipkan Borobudur untuk dijaga dan dipelihara. Borobudur adalah salah satu peninggalan dan sumbangsih terbesar umat Buddha di dunia," pesan Biksu.

Replika Borobudur sumbangan tokoh Buddha Indonesia Philip Widjaja, secara khusus dihadirkan di Korea Selatan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul guna menyampaikan pesan perdamaian.

Dubes RI Umar Hadi menegaskan bahwa Borobudur merupakan salah satu monumen perdamaian bangsa Indonesia.

"Di tengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam, Indonesia tetap merawat Borobudur. Borobudur telah menjadi simbol harmoni, toleransi dan kebesaran bangsa indonesia yang juga mengandung nilai-nilai sosial, pendidikan,  budaya dan pariwisata,"  tegas Dubes.

International Buddhism Expo diselenggarakan oleh organisasi terbesar Buddha di Korea Selatan. Pameran yang masih akan berlangsung hingga Minggu (1/4) diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan Buddha di Korea Selatan seperti para biksu dan biksuni, seniman, budayawan, penulis, serta pengusaha biro perjalanan wisata religi.

Selama beberapa tahun terahir, Indonesia yang diwakili KBRI Seoul tidak pernah absen mengikuti pameran ini. Tahun ini, untuk memaksimalkan promosi warisan budaya dunia ini, KBRI Seoul menggandeng PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko serta Garuda Indonesia.

Selain sebagai ajang promosi wisata, KBRI menggunakan ajang ini untuk meningkatkan pemahaman dan citra Indonesia sebagai negara besar yang senantiasa menjunjung tinggi  nilai pluralisme, toleransi dan harmoni. Selain Indonesia, berbagai negara lain yang berpartisipasi diantaranya adalah Sri Lanka, India, Vietnam, Nepal dan Tiongkok.

Pada penyelenggaraan tahun lalu, pameran ini berhasil menarik minat 17.000 pengunjung dan diikuti oleh lebih dari 300 exhibitor.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya