Berita

U Win Myint/Net

Dunia

Presiden Baru Terpilih, Dominasi Suu Kyi Berlanjut

KAMIS, 29 MARET 2018 | 11:04 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bekas Ketua DPR Myanmar U Win Myint, terpilih sebagai presiden kemarin. Terpilihnya Myint merupakan kelanjutan dominasi Aung San Suu Kyi.

 Myint merupakan tokoh Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang loyal kepada Aung San Suu Kyi, sama seperti Htin Kyaw yang telah meletakkan ja­batan dengan alasan kesehatan.

Myint, bekas pengacara, dike­nal sangat disiplin, sama sep­erti pendahulunya akan menjadi kepala negara dan kepala pe­merintahan. Namun pada prak­tiknya, peran Myint akan lebih bersifat seremonial karena ada Suu Kyi yang menjabat sebagai pemimpin de fakto Myanmar sejak April 2016.


"Tidak akan ada perubahan kebijakan. Kebijakan akan ber­lanjut seperti presiden sebelum­nya," sebut anggota parlemen NLD, Kyaw Tote.

Suu Kyi secara resmi menja­bat sebagai Konselor Negara, jabatan yang diciptakan khusus untuknya setelah kemenangan besar NLD akhir 2015. Sebab, sebagai ketua NLD, Suu Kyi, menurut Konstitusi Myanmar tidak boleh menjadi presiden, karena menikah dengan warga asing dan memiliki anak peme­gang paspor asing.

Kehadiran Myint diharapkan bisa membantu Suu Kyi men­gatasi desakan internasional mengatasi masalah etnis Ro­hingya.

Hampir 700 ribu Muslim Roh­ingya melarikan diri ke Bangla­desh sejak militer melancarkan operasi di negara bagian Rakhine Myanmar, sebagai balasan atas serangan gerilyawan terhadap pasukan keamanan pada Agus­tus, menurut perkiraan PBB.

Amerika Serikat dan PBB menggambarkan operasi itu se­bagai pembersihan etnis Rohing­ya, yang dibantah Myanmar.

Presiden Myanmar dipilih gabungan dua kamar parlemen. Militer masih punya peran khusus di parlemen dengan jatah 25 persen kursi dan tiga jabatan kabinet yang berkaitan dengan keamanan.

Dengan kemenangan besar pada 2015, NLD merupakan mayoritas di majelis rendah dan majelis tinggi. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya