Berita

Presiden Jokowi/Net

Bisnis

Jokowi: Mestinya Ngurus Izin Usaha Dagang 2 Menit

CPNS Diminta Cepat, Responsif Dan Kepo
RABU, 28 MARET 2018 | 09:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden Jokowi, kemarin, memberikan wejangan kepada 5.165 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dia meminta calon birokrat tersebut bersikap sesuai tuntutan zaman, yakni cepat, efisien, dan inovatif.

Jokowi menyampaikan beberapa pesan penting kepada CPNS. Antara lain, pertama, se­orang birokrat harus bekerja ce­pat, responsif, dan lebih efisien.

Dia mengaku jengkel melihat masih lambannya proses pengurusan izin usaha. Misalnya, mengurus Surat Izin Usaha Per­dagangan (SIUP). Menurutnya, saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, dirinya pernah mengecek proses perizinan terse­but. Dan, ternyata prosesnya memakan waktu hingga dua minggu.


"Izin SIUP hanya berisi data mengenai nama perusahaan, nama pemilik, alamat, modal kerja, hingga jenis usaha. Itu hanya butuh waktu dua menit," ungkap Jokowi di Senayan, Jakarta.

Ketika itu, lanjut Jokowi, di­rinya mencari tahu penyebabnya. Ternyata, hal itu terjadi hanya karena menunggu tanda tangan kepaLa kantor.

"Saat itu saya jengkel sekali. Untung saja orangnya nggak ada, kalau ada saya gaplok langsung," cetusnya.

Jokowi menuturkan, masyarakat sejatinya ingin dilayani cepat dan para birokrat harus bekerja lebih cepat. "Jika proses perizinan bisa selesai 3 menit, ya harus 3 menit. Jangan sampai berminggu-minggu, apalagi berbulan-bulan," pintanya.

Selain memudahkan masyarakat, papar Jokowi, pelayanan cepat diperlukan untuk menghadapi perubahan zaman. Kalau tidak cepat, Indonesia tidak bisa menghadapi persaingan global.

Kedua, birokrat harus kepo. Jokowi meminta, para birokrat muda harus mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Terutama, terhadap perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Sebab, dengan rasa ingin tahu yang besar, bisa membaca aspi­rasi masyarakat.

"Pesan saya, saudara harus terus penuh dengan rasa keingin­tahuan. Rasa ingin tahu. Ini penting sekali. Kalau bahasa anak muda sekarang, harus kepo. Sekali lagi, harus kepo. Jangan hanya kepo kepada mantan pacar saja," canda Jokowi.

Dan, ketiga, birokrat harus melakukan inovasi. Jokowi mengingatkan, perkembangan dunia sangat dinamis. Misalnya sebuah teknologi muncul, baru saja dipelajari, sudah muncul teknologi yang baru. Oleh se­bab itu, birokrat harus mampu berinovasi untuk mengimbangi perkembangan agar Indonesia bisa semakin baik.

Presiden ingin CPNS yang ter­pilih saat ini akan menjadi mo­tor penggerak bangsa. Apalagi, mereka orang-orang pilihan. Dari 2,4 juta yang mendaftar CPNS di 2017 hanya sebanyak 33 ribu yang diterima.

"Saudara-saudara ini warga negara terpilih. Saudara-saudara juga punya tanggung jawab yang besar, tanggung jawab sosial, tanggung jawab dalam meng­hormati hukum dan ketertiban sosial, tanggung jawab menjun­jung tinggi etika dan sopan san­tun dan saudara menjadi sosok istimewa bagi bangsa ini karena terpilih tadi," jelasnya.

Ekonomi 16 Besar

Selain ke CPNS, Presiden Jokowi memberikan wejangan kepada anggota Asosiasi De­wan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten seluruh Indonesia (Adkasi). Jokowi mengajak para anggota Adkasi untuk mening­katkan kerja sama dan kinerja untuk membangun perekono­mian. Menurutnya, Indonesia berpeluang menjadi 5 terbesar di dunia pada 2045.

"Untuk masuk 5 besar diper­lukan optimisme dan kerja sama semua pihak dalam memajukan Indonesia lebih baik lagi. Jangan berpuas diri dengan 16 besar," katanya.

Jokowi menyebutkan tantangan yang harus dilewati Indonesia agar ekonominya bisa tembus ke jajaran 5 besar dunia. Antara lain menekan ketimpangan dan mengatasi kemiskinan. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya