Berita

Politik

Uji Kompetensi Batik, Banyuwangi Gandeng Bekraf dan Lembaga Sertifikasi Profesi

SENIN, 26 MARET 2018 | 20:27 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Daerah Banyuwangi menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf RI) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) menggelar uji kompetensi terhadap hasil para pengrajin batik. Penilaian kompetensi tersebut mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) profesi Batik tahun 2013.

"Uji kompetensi yang digelar awal Maret lalu ini diikuti 100 pembatik lokal. Hasilnya 86 pembatik memenuhi penilaian kriteria dan berhasil memperoleh sertifikat kompetensi profesi," Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi, Ketut Kencana, Senin (26/3).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong perkembangan batik di daerah. Antara lain lewat event Banyuwangi Batik Festival, yang telah digelar selama lima tahun terakhir.


Dihubungi secara terpisah, Manajer Sertifikasi LSP Batik, Rodia Syamwil mengatakan  pada uji kompetensi ini, pembatik mengikuti sejumlah tahapan penilaian, mulai pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja yang dilakukan dengan praktek langsung dan wawancara. Penilaian dilakukan oleh sepuluh asesor berpengalaman yang juga merupakan praktisi batik dari berbagai daerah di Indonesia.

"Kami benar-benar teliti dalam mengeluarkan rekomendasi kompeten atau belum kompeten karena sertifikat ini adalah pengakuan yang dikeluarkan oleh pemerintah," kata Rodia yang juga Kepala Program Studi Pendidikan Vokasi Universitas Negeri Semarang.

Rodia mengaku mendapatkan pengalaman yang mengesankan saat proses penilaian di Banyuwangi. Menurutnya hampir semua pembatik Banyuwangi memiliki pengetahuan yang luar biasa terhadap jenis-jenis motif batik daerah.

"Disini sangat potensial, karena para pembatik sangat paham dengan karakteristik batik setempat. Setiap saya tanya motif tertentu asal Banyuwangi, mereka menjawabnya dengan cepat dan tepat. Mulai Gajah Uling, Kopi Pecah, Kangkung setingkes, bahkan juga tahu filosofinya masing-masing. Ini sangat menggembirakan, karena praktek di daerah lain sering ditemukan pembatik yang sangat trampil tapi tidak tahu filosofi motif batik yang mereka kerjakan. Di Banyuwangi beda, mereka juga paham filosofinya,” pungkas Rodia.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya