Berita

Foto/Kemnaker

Jawab Tantangan Revolusi Industri, Kemnaker Genjot Peningkatan Percepatan SDM

JUMAT, 23 MARET 2018 | 15:13 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Memasuki era revolusi industri 4.0, akan ada beberapa jenis pekerjaan yang hilang dan jenis pekerjaan baru yang muncul. Menyambut itu, pemerintah harus mengoptimalkan tiga pilar percepatan peningkatan kompetensi SDM.

Tiga pilar itu, penyiapan SDM sesuai dengan kebutuhan dunia industri baik dari segi kualitas maupun kuantitas, program (Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding Balai Latihan Kerja), dan program pemagangan berbasis jabatan tertentu di dunia industri.

Demikian disampaikan Menteri Ketanagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri dalam arahannya yang dibacakan oleh Kepala Biro Humas Kemnaker Sahat Sinurat saat memberikan sambutan sekaligus membuka Press Tour Kemnaker bertajuk "Pembangunan Ketenagakerjaan Melalui Pengembangan Potensi Daerah" di Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat, Kamis (22/3).


"Ketiga komponen tersebut menjadi dasar bagi seluruh pemangku kepentingan, agar pembangunan SDM kompeten ini sejalan dengan semangat pemerataan pembangunan ekonomi, " katanya.

Sahat menambahkan, dalam peningkatan kompetensi SDM, Kemnaker telah melakukan penguatan akses pelatihan kerja di BLK. Program tersebut telah berjalan dengan baik terutama di Balai latihan kerja di bawah naungan Kemnaker RI.

Khusus untuk program 3R BLK, lanjut Sahat, sudah terimplementasikan pada 5 BLK, yakni BBPLK Bandung untuk kejuruan unggulan manufaktur dan otomotif, BBPLK Serang untuk program unggulan welding (pengelasan) dan listrik, BBPLK Bekasi untuk program unggulan elektronika dan teknologi dan informasi, BBPLK Semarang untuk program unggulan fashion technology dan administrasi bisnis dan manajemen, serta BBPLK Medan untuk program unggulan bangunan dan pariwisata.

"Selain di BLK, untuk program pemangan sendiri sebagai salah satu program unggulan Kemnaker, sudah memiliki kurikulum dan silabus yang mengacu pada standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (KKNI), baik standar khusus atau standar Internasional," ungkap Sahat.

Sementara itu Kadisnakertrans NTB, Wildan menambahkan ada empat tantangan utama pembangunan ketenagakerjaan khusus di wilayah NTB.

Pertama, penurunan angka pengangguran tidak sejalan dengan penurunan angka kemiskinan di NTB.

Kedua, tingkat pendidikan dan kompetensi angkatan kerja yang rendah masih didominasi pendidikan SMP ke bawah.

Ketiga, kurangnya kualitas dan kuantitas instruktur di BLK/LLK.

Keempat, sarana dan prasarana di BLK/LLK yang belum memadai seperti; tempat uji kompetensi, acesor, dan sarana penunjang lainnya.

Meski demikian, peluang pembangunan ketenagakerjaan di NTB juga diakui Wildan memiliki potensi yang sangat besar. Besarnya peluang pembangunan ketenagakerjaan di Provinsi NTB terletak pada program unggulan di bidang pertanian yang mampu menyerap sebanyak 829.637 orang atau 35,81 persen dari jumlah penduduk yang bekerja di NTB dengan program unggulan pijar (sapi jagung dan rumput laut).

"Selain itu NTB menjadi salah satu tujuan destinasi wisata di Indonesia setelah Bali sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja baru," kata Wildan.

Dibukanya pelabuhan Teluk Awang wilayah di Lombok Tengah juga diyakininya akan mengembangkan sektor perikanan. Ada juga eksplorasi lokasi pertambangan emas baru di Dodorinti (PT AMMNT) dan di Dompu (PT SIM).

"Juga ada pembangunan global Bandar Kayangan di kabupaten Lombok Utara, ada dua investor Kroasia (pembangunan bandar Kayangan) dan Rusia (pembangunan kilang minyak)," pungkas Wildan. [dzk]

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Jumat, 23 Januari 2026 | 20:09

Relawan Bara JP Hapus Nama Jokowi

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:52

Pengelola Apartemen Jakarta Utara Bantu Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:24

Produk Warga Binaan Didorong Masuk Kopdes Merah Putih

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:01

Wamenkomdigi Tegaskan Jaringan di Sumbar dan Sumut Hampir Pulih 100 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:52

Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:45

Raja Maroko Puji Soliditas Nasional di Piala Afrika 2025

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:27

Iran Batasi Akses Internet demi Putus Komando Teroris Asing ke Perusuh

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:05

Kasus Kuota Haji: Dito Ariotedjo Ungkap hanya Ditanya Satu Pertanyaan Soal Fuad Hasan

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:59

Kongres XXII: Sujahri-Amir Tidak Sah Pimpin GMNI

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:43

Selengkapnya