Berita

Saut Situmoran/Net

Wawancara

WAWANCARA

Saut Situmorang: Tidak Semua Proses Rekrutmen Harus Dibuka Ke Publik, Semua Pendaftar Diperlakukan Sama

KAMIS, 22 MARET 2018 | 09:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sedang melakukan proses rekrutmen untuk mengisi jabatan Deputi Penindakan, yang ditinggalkan Irjen Heru Winarko setelah resmi menjabat Kepala Badan Nakotika Nasional (BNN) dan Direktur Penyidikan Brigjen Aris Budiman.

Aris kabarnya akan ditarik kembali ke Polri. Untuk calon Deputi Penindakan, Polri men­girim tiga nama. Sementara Kejaksaan Agung menyerahkan tujuh nama.

Adapun calon Direktur Penyidikan hanya Polri yang me­nyetorkan calon. Namun, dalam proses seleksinya, Indonesia Curruption Watch (ICW) menemukan adanya calon yang belum mengupdate Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), bahkan ada beberapa yang belum pernah melaporkan­nya.


Berikut penuturan selengkap­nya Saut Situmorang kepada Rakyat Merdeka:

Kabarnya hingga kini hanya baru beberapa calon Deputi Penindakan dan calon Dirdik KPK yang sudah menyerahkan pem­baruan LHKPN, apa benar?

Oh kalau laporan harta keka­yaan calon Direktur Penindakan dan Dirdik KPK, saya belum begitu update lagi ya, namun nanti kita lihat dulu seperti apa hal yang dimaksud itu, saya belum update.

Bukankah LHKPN menjadi salah satu penilaian?
Iya benar. LHKPN mengapa dilaporkan sebelum dan sesudah menjabat di sebuah instansi, ya karena itu bagian dari check and balance dari dirinya. Dari LHKPN itulah, sejauh mana kita bisa memas­tikan seseorang berintegritas. LHKPN ini hanya indikasi-indikasi jadi perlu keterbukaan, namun belum tentu yang ber­sangkutan tidak berintegritas.

Saat ini para calon Deputi Penindakan dan Dirdik KPK sudah diminta melaporkan harta kekayaannya?
Itu belum ya, nanti kalau sudah diterima, lolos test dan pimpinan KPK menerimanya, nanti mereka harus melaporkan LHKPN-nya sebagai pejabat publik yang baru menjabat.

Hingga saat ini sudah sampai tahap apa proses rekrutmen untuk dua posisi tersebut?
Untuk rekrutmennya masih proses yang dilakukan oleh tim. Namun, tahapannya sudah mendekati hasil akhir kok.

ICW menilai ada beberapa calon yang dinilai tidak memi­liki prestasi dan rekam jejak yang bagus selama menjabat di instansinya. Tanggapan Anda?
Biarkan itu menjadi penilaian. Intinya, track record merupakan salah satu variabel yang menjadi pertimbangan dari banyak varia­bel yang ada.

Ada usulan agar rekrutmen dilakukan secara terbuka saja seperti rekrutmen pimpinan KPK. Apa hal tersebut bisa dilakukan oleh KPK?
Ada batasan keterbukaan dan ketertutupannya. Jadi dalam tahapan rekrutmen tidak semua harus dibuka prosesnya. Kita ketahui, bahwa publik juga bisa memberi masukan, tapi putusan tetap mengikuti test putusan pimpinan KPK yang dilakukan kepada para calon-calonnya tersebut.

Selain dari Kepolisian dan Kejaksaan, kabarnya dari internal KPK juga ada yang mengikuti seleksi tersebut. Ada berapa pendaftar dari KPK?
Iya benar, tidak hanya dari eksternal KPK saja, tetapi dari internal KPK juga ada yang mengikuti seleksi tersebut.

Sebenarnya mereka yang be­rasal dari internal itu mendaf­tar sendiri, atau memang rekomendasi dari pimpinan KPK?
KPK itu egaliter. Yang mau daftar untuk mengikuti seleksi tersebut ya silakan saja, asal memenuhi syarat boleh kok mendaftar, enggak perlu ada syarat dukungan dari pimpinan KPK untuk mengikuti itu.

Apa ada perbedaan dalam proses seleksi antara calon dari eksternal dan internal KPK?
Oh tidak ada ya, pada pelaksa­naannya semua alat tesnya sama bagi semua calon, tidak ada yang membedakan.

Oh ya, sebenarnya kriteria seperti apa sih yang diingink­an KPK dalam mencari calon pejabat yang akan mengisi dua posisi penting itu?
Karakter dan integritas itu ada­lah kriteria yang paling utama. Apa seseorang pas atau tidak di suatu posisi, mulai dari IQ, emosi, kepemimpinan, kepeka­aan, kerjasama tim dan lain-lain. Jadi itu beberapa kriteria utama yang memang seharusnya dimi­liki oleh Deputi atau Direktur di KPK. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya