Berita

Kasibo menjelaskan cara membuat combro kepada peserta workshop P3L/RMOL

Nusantara

Ini Cara Jualan Getuk Dan Combro Berpenghasilan Rp1 Juta Per Hari

KAMIS, 22 MARET 2018 | 04:50 WIB | LAPORAN:

Bisnis combro dan getuk mampu menghadirkan omset hingga Rp1 juta per hari.

Begitu pemaparan Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Kota Bogor, Muhammad Gozali kepada peserta workshop pelaksana kegiatan Pengembangan Pangan Pokok Lokal (P3L) yang datang dari berbagai kabupaten di Indonesia.

Gozali menjelaskan omset Rp1 juta per hari sudah didapat Komunitas Singkong Bogor (Kasibo) dari Kampung Ciranjang, Desa Pamoy, Kabupaten Bogor. Mereka mengolah singkong menjadi makanan tradisional dengan konsep kekinian.


"Hanya dengan modal sepeda motor bisa menghasilkan hingga Rp 1 juta per hari. Itu untuk combro saja ya. Getuk juga sama," kata Gozali yang disambut tepuk tangan para peserta workshop, Rabu (21/3).

Samsinar, Ketua KWT Nunukan mengaku sangat terbantu dengan workshop semacam ini. Ia mengaku baru mengetahui bila singkong yang paling bagus dan enak dikonsumsi saat berumur enam bulan hingga satu tahun.

"Saya baru tahu kalau singkong juga tidak boleh dipanen lebih dari setahun. Selain itu olahan singkong saja bisa sampai 100 jenis itu juga luar biasa. Ibu-ibu di Nunukan harus bisa mengembangkan hal yang sama," ujarnya.

Ia mengakui bila sumber bahan pangan paling banyak ditemui di Nunukan adalah jagung. Meski demikian, workshop yang diadakan oleh Badan Ketahanan Pangan hari ini menurutnya jadi modal penting pengembangan KWT Nunukan.

"Kalau tidak ada workshop kami (KWT) tidak tahu bagaimana mengenalkan makanan tradisional yang kekinian ke masyarakat. Selain itu kalau berhasil maka anggota KWT akan menikmati hasilnya juga," katanya.

Kata Samsinar KWT Nunukan menerima bantuan dana pengembangan pengolahan pangan lokal sebanyak Rp200 juta dari Kementerian Pertanian. Ia yakin dengan dana tersebut UMKM Nunukan akan berkembang.

"Kami yakin bantuan dan pelatihan yang diterima nanti akan membawa hasil," tutup Samsinar. [nes]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya