Berita

Boris Johnson/Net

Dunia

Ragukan Kemenangan Putin Dalam Pilpres, Kedubes Rusia Kecam Menlu Inggris

RABU, 21 MARET 2018 | 06:37 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Kedutaan Besar Rusia di Inggris mengecam Menteri Luar Negeri Boris Johnson awal pekan ini (Selasa, 20/3). Pasalnya, Menlu Johnson menuliskan sebuah artikel yang meragukan keabsahan Pemilu Rusia yang telah dimenangkan telak oleh calon incumbent Vladimir Putin.

Dalam artikel tersebut,  Johnson mengecam penyelenggaraan Pemilu Rusia karena diduga mengandung banyak kebohongan, dimana rakyat Rusia diminta menentukan sebuah pilihan tanpa adanya kompetisi yang riil.

Artikel tersebut dikeluarkan di tengah ketegangan hubungan kedua negara pasca kasus serangan agen saraf terhadap eks mata-mata ganda di Inggris. Inggris menyalahkan Rusia berada di balik serangan tersebut dan mengusir 23 diplomat Rusia sebagai bentuk kecaman.


Menanggapi artikel Johnson itu, melalui akun Twitter resminya, Kedutaan Besar Rusia di Inggris mengeluarkan kecama.

"Jika Menteri Luar Negeri Boris Johnson memiliki keraguan mengenai pemilihan Presiden Rusia, mengapa dia tidak mengunjungi tempat pemungutan suara di Kedutaan Besar kami pada hari Minggu lalu, bersama dengan puluhan wartawan dan pengamat?" begitu keterangan pihak Kedubes Rusia.

"Alasan dan penghinaan yang tidak adil untuk hukum internasional dari Boris Johnson," sambungnya. [mel]

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

UPDATE

Board of Peace: Pergeseran Rational Choice ke Pragmatisme Politik

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:45

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

Kawasan Industri Jateng Motor Baru Transformasi Ekonomi Nasional

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:58

Ustaz Adi Hidayat Sambangi Markas Marinir

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:42

Ketua BEM UGM: Semakin Ditekan, Justru Kami Semakin Melawan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:26

Praktisi Hukum: Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bisa jadi Alat Kriminalisasi Pengusaha

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:06

PBNU dan Majelis Alumni IPNU Peroleh Wakaf Alquran di Bulan Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:45

Kejagung Tegaskan Hukuman Mati ABK di Kasus Narkoba sesuai Fakta Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:30

Mantan Danyon Sat 71.2 Kopassus Jabat Dandim 0509 Kabupaten Bekasi

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:15

KPK Bakal Kulik Dugaan Aliran Uang Suap Importasi ke Dirjen Bea Cukai

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya