Berita

Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Wajar Luhut Marahi Amien, PAN Terima Satu Menteri

SELASA, 20 MARET 2018 | 19:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan tersingung disebut pemerintah berbohong oleh Amien Rais. Sebagai bagian dari pemerintahan Jokowi-JK, Luhut dinilai pantas marah.

"Wajar jika LBP tersulut emosi menyikapi kritik Amien Rais karena bagaimana pun dia masih keluarga besar PAN. Dalam struktur PAN, Amien menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan, dan PAN adalah salah satu partai pendukung pemerintah yang sudah diberi satu kursi menteri," kata Ketua Presidium PRIMA (Perhimpunan Masyarakat Madani) Sya'roni kepada redaksi, Selasa (20/3).

Dia menyebut kekritisan Amien Rais sementara di sisi lain PAN menikmati kue kekuasaan merupakan kontradiksi yang menggelikan. Bahkan, katanya mengingatkan, PAN secara institusional juga berkali-kali berseberangan dengan sikap pemerintah misalnya soal UU Ormas dan UU Pemilu.


"PAN adalah partai besar, sebaiknya memberikan teladan politik kepada rakyat. Jika sudah tidak cocok dengan pemerintahan Jokowi sebaiknya mundur saja dari barisan parpol pendukung pemerintah. Dengan tidak menjadi pendukung pemerintah, seluruh keluarga besar PAN dapat leluasa menyampaikan kritik ke pemerintah. Termasuk Pak Amien bisa tiap hari membongkar kebobrokan rejim Jokowi," ucap dia.

Sikap tegas menjadi pendukung pemerintah atau oposisi perlu diambil PAN, menurut Sya'roni, agar kritik yang dilontarkan oleh keluarga besar PAN, termasuk oleh Amien Rais, mendapatkan nilai kehormatan. Apalagi apa yang dikritik oleh Amien merupakan isu yang sangat bagus.

"Kritik tersebut tidak hanya sebagai pukulan telak terhadap rejim Jokowi namun juga menyadarkan publik bahwa rejim Jokowi benar-benar terselimuti politik pencitraan. Namun sayang, Pak Amien berada dalam posisi yang ambigu sehingga mengurangi kualitas kritikannya," tukas Sya'roni.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya