Berita

Foto: Repro

Politik

Demo Papua Merdeka Menyambut Jokowi, Pigai: Ini Akibat Kesalahan Sendiri

SENIN, 19 MARET 2018 | 21:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Aktivis kemanusiaan Natalius Pigai membagikan potongan video yang memperlihatkan aksi sekelompok pendukung Papua Merdeka di saat WNI di Selandia Baru sedang menunggu kehadiran Presiden Joko Widodo.

Beberapa pemuda berkulit putih membentangkan bendera Papua Merdeka dan bendera Papua Nugini serta spanduk bertuliskan Free West Papua di dekat kelompok WNI yang sedang menyanyikan lagu Halo-halo Bandung.

Menurut Pigai yang pernah menjabat sebagai Komisioner Komnas HAM, dari kejadian ini terlihat betapa Presiden Jokowi dipermalukan Menu Retno Marsudi dan Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya.  


Pigai mengajak masyarakat yang menonton potongan video itu menilai sendiri apa yang sedang terjadi.

"Presiden Jokowi ke Selandia Baru untuk mengeliminir gerakan kemerdekaan yang begitu kencang di Pasifik dan Selandia Baru. Namun justru disana, di depan Presiden RI, rakyat Selandia Baru menunjukan simpati atas nama kemanusiaan," ujar Pigai.

"Sebagai kepala negara seharusnya malu dan minta maaf kepada rakyat Indonesia karena beliau adalah simbol negara yang tidak bisa menjaga harga diri dan martabat," sambungnya lagi.

Menurut Pigai, apapun alasannya, Presiden Jokowi sudah tidak bisa dipercaya oleh Pemerintah dan Parlemen Selandia Baru. Dia menambahkan, kejadian ini adalah akibat kesalahan sendiri karena selama kepemimpinan Jokowi terjadi pelanggaran HAM terhadap lebih dari 6.000 orang di Papua.

"Wahai politisi Indonesia kalau kalian pintar dan cerdas silakan menilai sendiri. Saya terus menerus tegaskan bahwa sepanjang kejahatan kemanusiaan: penangkapan, penyiksaan, penganiayaan dan pembunuhan dan kematian terus menerus berlangsung di tanah Papua, maka soal Papua akan terus menerus menjadi duri dalam daging yang menghantui bangsa ini," masih kata Pigai.

"Negara harus mencari solusi untuk menghentikan pelangaran HAM dan menciptakan  perdamaian abadi di tanah Papua," demikian Natalius Pigai. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya