Berita

Politik

Tarik Pasukan Brimob dari Tambang Nikel Swasta di Malili!

SENIN, 19 MARET 2018 | 16:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Kapolri Jenderal Tito Karnavian diminta untuk segera menarik pasukan Brimob Pelapor B dari satuan Pare-Pare dari daerah pertambangan nikel di daerah Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Permintaan tersebut disampaikan Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi kepada redaksi, Senin (19/3).

Uchok menegaskan penempatan Brimob di daerah tersebut tidak sesuai dengan tugas dan fungsi. Pasalnya, mereka ditempatkan di sana hanya untuk mengamankan aset perusahaan nikel milik swasta.


"Jangan tugas dan fungsi Brimob diturunkan. Brimob harusnya melakukan penanganan keamanan yang berintentitas tinggi dalam rangka penegakan keamanan dalam negeri," kata Uchok.

Selain itu, menurut dia, penempatan aparat Brimob Pelopor B tersebut menganggu aktivitas masyarakat sekitar daerah Malili.

Uchok mempertanyakan anggaran Polri sebesar Rp 95 triliun digunakan untuk menjaga tambang nikel milik perusahaan swasta. Alokasi anggaran Polri tahun 2018 ini sudah sangat besar bila dibandingkan dengan TNI. Karena alokasi anggaran untuk TNI dipecah pecah seperti untuk Markas TNI, TNI AD, TNI AL, dan TNI
AU.

Untuk Markas Besar TNI, pada tahun 2018 anggarannya hanya sebesar Rp 7.5 triliun. Sedangkan untuk TNI AD, alokasi anggarannya sebesar Rp 45.3 triliun. Selanjutnya anggaran untuk TNI AL sebesar Rp 16.1 triliun, dan alokasi anggaran untuk TNI AU sebesar Rp 12.5 triliun.

"Anggaran sebesar Rp 95 triliun seperti mubajir karena ternyata personil Polri bukan hanya menjaga aset-aset negara tapi juga menjaga aset-aset swasta yang bukan tugas Polri," tukas Uchok.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya