Berita

Foto: Net

Politik

TGB Diminta Angkat Kaki dari Partai Demokrat

SENIN, 19 MARET 2018 | 00:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) yang ramai disebut para pendukungnya di media sosial sebagai sosok yang paling layak menjadi calon presiden dari Partai Demokrat bukan kader asli partai itu.

Sebelum bergabung dengan Partai Demokrat, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu adalah kader Partai Bulan Bintang (PBB). Pria kelahiran Selong tahun 1972 itu merupakan anggota DPR RI periode 2004-2009 dari PBB.

Saat pertama kali ikut dalam pemilihan Gubernur NTB tahun 2008, TGB didukung oleh PBB dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).


TGB baru menggunakan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik saat ikut dalam Pilkada NTB tahun 2013. Dalam Pilkada 2013 itu, TGB didukung koalisi tujuh partai yang terdiri dari Partai Demokrat, Partai Golkar, PDI Perjuangan, PPP, PAN, Partai Gerindra dan PKB.

Track record
politik TGB menjadi pembicaraan di kalangan netizen menyusul sinyalemen Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief tentang buzzer tidak berakhlak mulia yang dinilai kerap menyudutkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"TGB itu mantan kader PBB beliau menjadi anggota DPR RI dari fraksi bulan bintang, dan di usung PBB-PKS untuk jadi gubernur. Setelah periode kedua baru msk PD," tulis pemilik akun Twitter @MrGoeh.

Sebelumnya, akun ini mengatakan bahwa TGB harus segera keluar dari Partai Demokrat karena TGB yang rugi sementara Partai Demokrat mendapat untung dari keberadaan TGB di partai itu.

Twit itu untuk menjawab pernyataan TGB Lovers by Sulsel pemilik akun @leoagus1318755 yang mengatakan, "Kemarin saya dituduh sapi, sekarang kami dituduh jahat, dituduh Menodong, dituduh buzzer baru menetas. Sekali lagi, maafkan kami yang cinta TGB, tapi  tak bisa mencintai PD sepenuhnya. Yang pasti saya bukanlah peliharaan. Kami harus menyadari PD tak bisa menerima Aspirasi yang sudah berlebihan."

Akun @leoagus1318755 itu mengomentari langsung berita mengenai sinyalemen Andi Arief tentang keberadaaan buzzer tidak berakhlak mulia yang mendukung TGB.

(Baca: Pelihara Buzzer Jahat, Karier Politik TGB di Partai Demokrat Bisa Tamat)

Sementara pemilik akun @Arisyanabassama, berkata, "TGB memang bukan kader murni Demokrat. Beliau pas jadi gubernur diusung PKS dan PPP. Baru dalam perjalanan masuk partai Demokrat. Jadi memang biar moncer lebih baik keluar dari partai dinasti."

Adapun  pemilik akun @ElsaMartina2 mengajak TGB kembali ke PBB.
"Ya sudah. Masuk PBB lagi. Pas itu. Cocoknya justru di PBB. PD tidak dapet kemistrinya. Ayo TGB balik ke PBB," twitnya. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya