Berita

Foto: RMOL

Politik

Relawan Tarik Dukungan, PDIP Kamuflase, Jokowi Galau

MINGGU, 18 MARET 2018 | 18:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kubu PDI Perjuangan tak menganggap aksi tarik dukungan bekas relawan pendukung Joko Widodo sebagai ancaman.

Politisi PDIP Eva K. Sundari malah mengatakan, dukungan untuk Jokowi hilang satu tumbuh seribu. Eva mengaku, dirinya sibuk diminta menjadi penasehat kelompok relawan pro Jokowi yang terus tumbuh.

Menanggapi kepercayaan diri PDIP ini, Kordinator Komunitas Relawan Sadar (Korsa), Amirullah Hidayat, menilai pernyataan Eva Sundari itu sebagai ekspresi rasa takut kehilangan basis dukungan.


"(Pernyataan itu) adalah suatu penyataan ketakutan rezim Jokowi terhadap kondisi saat ini. Para relawan keluar dari barisan Jokowi setelah mempertimbangkan dengan pikiran sehat melihat kondisi negera yang hancur dibuat Jokowi," ujar Amirullah Hidayat di sela menghadiri Bandung Informal Meeting di Hotel Savoy Homann, Minggu (18/3).

Amirullah pernah bertugas di Kantor Staf Presiden (KSP) sebelum memutuskan meninggalkan Jokowi.  

"Apalagi kita selaku relawan mengambil sikap keluar dari barisan  Jokowi karena masih menggunakan nurani yang paling dalam. Menurut nurani kita,  jika pemerintahan Jokowi ini terus dilanjutkan pasca 2019 maka negeri ini akan hancur dan tergadai pada pihak asing," sambungnya.

Amirullah menambahkan, pernyataan seperti yang disampaikan Eva Sundari adalah kamuflase PDIP untuk menutupi rasa takut.

"Saya tahu pasti, kini ada kondisi galau di tubuh rezim Jokowi setelah satu persatu relawan menarik diri. Masih banyak kelompok relawan yang  mengikuti langkah kami," demikian Amirullah Hidayat. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya