Berita

Agus H. Yudhoyono dan Tuan Guru Bajang/Net

Politik

Pelihara Buzzer Jahat, Karier Politik TGB di Partai Demokrat Bisa Tamat

SABTU, 17 MARET 2018 | 21:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Karier politik Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) di Partai Demokrat bisa tamat. TGB diduga keras menggunakan atau setidaknya memelihara dan membiarkan buzzer jahat untuk menyerang dan memecah belah Partai Demokrat.

Belakangan ini di jejaring media sosial terlihat gerakan cukup agresif dari akun-akun pendukung TGB. Tidak sedikit yang membandingkan TGB dengan Agus Harimurty Yudhoyono (AHY), dan mengatakan bahwa TGB lebih pantas menjadi calon presiden dari Partai Demokrat, dibandingkan AHY.

Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief termasuk pihak yang gerah dengan manuver buzzer TGB ini.
 

 
"TGB kader berakhlak, kenapa menggunakan agen-agen propaganda buzzer mirip kelompok sebelah yang bisa memecah belah?" tanya Andi Arief dalam twitnya beberapa jam lalu (Sabtu, 17/3).

Andi meminta agar TGB, bila membaca twitnya itu, menghentikan buzzer yang tidak berakhlak mulia.

"Bukankah TGB dikenal berakhlak baik? Kenapa politik mengubahnya?" kata Andi Arief lagi.

Andi mengatakan, dirinya berharap kelakuan tidak berakhlak baik dari buzzer TGB tidak dibalas oleh kader Demokrat. Terlebih, karena apa yang dilakukan buzzer TGB itu bukan tradisi yang hendak dibangun Partai Demokrat.

"Tidak mungkin dan tidak ketemu akal sehat seorang penghafal Quran seperti TGB membiarkan pendukungnya buas tidak berakhlak," demikian Andi Arief.

TGB yang adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode dan mantan Ketua DPD Partai Demokrat di provinsi itu. Dia belakangan semakin berani menyatakan keinginannya menjadi calon presiden.

Selain memiliki jaringan buzzer di dunia maya, TGB juga didampingi oleh beberapa konsultan politik yang bekerja untuk memompa citra TGB. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya