Berita

Garin Nugroho/Net

Politik

Garin Nugroho: Rizal Ramli Kedepankan Gagasan, Tokoh Lain Dibangun Lewat Pencitraan

SABTU, 17 MARET 2018 | 19:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kehadiran Rizal Ramli di bursa calon presiden patut diapresiasi. Bersama track record yang dimilikinya, kehadiran Rizal Ramli bagai angin segar yang bertiup di musim panas.

Rizal Ramli bukan hanya hadir di tengah krisis tokoh yang berani mencalonkan diri sebagai presiden untuk menghadapi petahana Joko Widodo. Kehadiran sosok dan perjuangannya yang orisinil sangat dibutuhkan di saat panggung politik nasional dipenuhi atraksi pencitraan dan kepalsuan.

Demikian antara lain yang dapat disimpulkan dari pandangan sineas dan seniman Indonesia, Garin Nugroho.


Menurutnya, Rizal Ramli memiliki kadar kepemimpinan yang mumpuni dan gagasan kebangsaan serta pemahaman terhadap persoalan makro dan mikro, juga persoalan di level lokal, nasional, kawasan dan global.

"Gagasan (Rizal Ramli) diperlukan di era baru ini. Tanpa gagasan dan sikap kebangsaan, kepemimpinan hanya jadi boneka beragam kepentingan,” ujar Garin kepada wartawan, Sabtu (17/3).

Menurut Garin, Rizal Ramli harus maju dalam kompetisi Pilpres 2019 untuk menandingi sejumlah calon yang besar karena pencitraan.

"Harus ada calon seperti Rizal Ramli untuk menandingi calon-calon yang berbasis pencitraan tanpa gagasan kebangsaan. Saat ini terjadi kemerosotan berbangsa, karena hanya menumbuhkan citra,” tuturnya.

Dia juga mengatakan bahwa jejaring media sosial menjadi salah satu alat yang paling ampuh yang menopang politik pencitraan. Eforia pada media sosial ini harus diubah.

"Pencitraan berbasis medsos harus dihentikan dan diubah. Kita harus mengedepankan gagasan berbasis fakta. Agar rakyat bisa membaca peta masa depan Indonesia," demikian Garin. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya