Berita

Foto: Net

Bisnis

Faisal Basri: Ada Pembusukan di Tubuh Pemerintahan Jokowi

SABTU, 17 MARET 2018 | 10:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ekonom Faisal Basri gelisah dan prihatin. Dia mensinyalir ada pembusukan yang tengah terjadi di tubuh pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo saat ini. Pembusukan itu membuat pemerintahan  Jokowi menjadi pemerintahan yang tidak berdaya.

Keprihatinan itu disampaikan Faisal Basri dalam twitnya lewat akun @FaisalBasri pagi ini (Sabtu, 17/3).

"Terjadi pembusukan di dalam pemerintah sendiri, mengarah pada ungoverned government," katanya.


Dia menyesalkan aksi main tabrak dimana aturan yang diterbitkan pemerintah tidak mengindahkan aturan yang lebih tinggi. Contoh paling mutakhir, kata Faisal Basri lagi, adalah penerbitan PP 9/2018 tentang tata cara pengendalian impor komoditas perikanan dan komoditas pergaraman sebagai bahan baku dan bahan penolong industri. PP itu ditandatangani Jokowi hari Kamis kemarin (15/3).

Dengan PP ini, impor garam dan ikan tak perlu rekomendasi Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Untuk kepentingan siapa?" tanya Faisal lebih lanjut.

Dia juga mengatakan, kini bermunculan perusahaan baru yang tiba-tiba mendapat jatah impor garam. Sementara perusahaan yang memerlukan garam tak dapat.

"Lisensi impor diobral. PT Sarinah impor beras ketan. Importir umum boleh impor tekstil. Perusahaan baru berdiri dapat kuota impor garam. Pantas neraca perdagangan defisit 3 bulan berturut-turut, membuat rupiah loyo," demikian Faisal Basri. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya