Berita

Joko Widodo dan Rizal Ramli/Net

Politik

Ternyata, Rizal Ramli Sempat Menolak Tawaran Jokowi untuk Jadi Menteri

SABTU, 17 MARET 2018 | 02:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rizal Ramli awalnya tak mau menerima posisi Menko Kemaritiman dan Sumber Daya yang disampaikan Presiden Joko Widodo tahun 2015 lalu.

Tetapi dalam pertemuan di Istana Bogor itu, Jokowi mengatakan bahwa yang meminta Rizal Ramli menjadi Menko Kemaritiman bukan dirinya pribadi, melainkan rakyat Indonesia.

Mendengar pernyataan Jokowi itu, hati Rizal Ramli tersentuh. Mantan penasehat ekonomi di PBB itu pun lemas dan akhirnya menerima tawaran Jokowi.


Cerita tentang detik-detik Rizal Ramli menerima pinangan Jokowi disampaikan Rizal Ramli dalam acara E-TalkShow yang diputar TVOne, Jumat malam (16/3).

"Pak Jokowi di Bogor katakan: Mas Rizal, saya minta Mas Rizal bantu saya jadi Menko Maritim. Saya katakan: Mas, terima kasih. Saya tidak berminat. Ini ada daftar nama yang saya usulkan," kata Rizal Ramli.

Mendengar pernyataan Rizal Ramli, Jokowi mengatakan, dirinya membutuhkan orang yang berani dan mengerti masalah. Kalau hanya mengerti masalah, tapi tidak berani, tidak akan bisa bekerja. Kalau hanya berani tapi tidak mengerti masalah, bisa hanya mengacau.

"Mas Rizal dua-duanya, ngerti masalah dan berani. Saya betul-betul minta tolong," kata Jokowi lagi seperti ditirukan Rizal Ramli.

Rizal masih bertahan, dan mengatakan bahwa dirinya memang tidak tertarik dan lebih senang di luar.

"Tapi kemudian Pak Jokowi pakai gaya Jawa banget, dia katakan: Mas Rizal, yang minta tolong ini bukan hanya Jokowi yang presiden. Siapa sih saya dibandingkan Mas Rizal dari segi pengalaman dalam dan luar negeri. Yang minta tolong ini tidak hanya saya, tapi rakyat Indonesia yang ingin hidup lebih bagus," masih kata Rizal menirukan Jokowi.

Itulah pernyataan Jokowi yang membuat Rizal Ramli lemas. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya