Berita

Joseph Yun/Net

Dunia

Utusan AS Minta Korut Bebaskan Tiga Tahanan Sebelum Pembicaraan Donald Trump-Kim Jong Un

JUMAT, 16 MARET 2018 | 12:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Utusan baru Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat untuk Korea Utara, Joseph Yun mengatakan bahwa dia telah mendesak Korea Utara untuk mengirim sinyal positif dengan membebaskan tiga tahanan Amerika sebelum pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Yun mengatakan bahwa dia juga mendorong pejabat Korea Utara untuk menanggapi pengumuman Trump bahwa dia akan bertemu dengan Kim. Tidak ada tanggal atau lokasi untuk pembicaraan telah diumumkan, meskipun diperkirakan akan terjadi pada akhir Mei.

Yun mengatakan bahwa dia telah menyampaikan pesan tersebut dalam pembicaraan dengan pejabat Korea Utara setelah pengumuman Trump minggu lalu bahwa dia akan bersedia bertemu langsung dengan Kim.


"Saya telah berbicara dengan Korea Utara dan saya mengirimkan satu pesan kepada mereka, inilah kesempatan yang menakjubkan bagi kedua belah pihak dan mereka perlu memberi tanggapan," kata Yun kepada CNN.

"Saya menekankan maksudnya pada mereka, ini akan menjadi saat yang sangat baik bagi mereka untuk membebaskan para narapidana tersebut sehingga mereka dapat dipertemukan kembali dengan keluarga mereka. Dan itu sendiri, kataku pada mereka, akan menjadi pesan yang sangat positif, " tambahnya.

Dia juga mengatakan bahwa dia terbuka untuk mengurangi pembatasan dana pensiun negara tersebut, yang mengelola sekitar 170 miliar dolar AS namun memiliki batasan ketat untuk berinvestasi dalam proyek ekuitas swasta.

Yun kelahiran Korea Selatan, seorang advokat kuat untuk keterlibatan dengan Pyongyang, memimpin kontak dengan Korea Utara dan secara diam-diam melakukan diplomasi langsung sejak menerima jabatannya di bawah mantan Presiden Barack Obama pada tahun 2016.

Kemungkinan pertemuan puncak tersebut telah menimbulkan spekulasi sehingga bisa menyebabkan pelepasan tiga orang Amerika. Mereka adalah: Kim Dong Chul, seorang misionaris Korea-Amerika, Kim Sang-duk, yang menghabiskan satu bulan mengajar di Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang yang didanai asing (PUST) sebelum dia ditangkap pada 2017, dan Kim Hak Song, yang juga mengajar di PUST.

Yun mengatakan bahwa dia berharap KTT tersebut akan membuka jalan menuju perundingan lebih lanjut untuk mengurangi kekhawatiran Amerika Serikat mengenai program nuklir Pyongyang.

"Apa yang saya harap keluar dari puncak adalah bahwa Presiden Trump dan Kim Jong Un melukis kerangka kerja yang luas-sikat di mana kita harus pergi, dan menyetujui beberapa prinsip dan setuju untuk memulai sebuah proses," katanya. [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya