Berita

Foto/Kemnaker

Indonesia Siap Perkuat Kapasitas Ketenagakerjaan di Negara Berkembang

KAMIS, 15 MARET 2018 | 16:59 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

.Indonesia menyatakan kesiapan mendukung upaya penguatan kapasitas negara-negara berkembang di bidang ketenagakerjaan melalui skema Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST).

Kerjasama ini penting guna mengingkatkan dialog sosial ketenagakerjaan anara pemerintah, pekerja dan pengusaha demi terwujudnya iklim ketenagakerjaan yang sehat.

Pernyataan tersebut ditegaskan Indah Anggoro Putri, Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dalam pertemuan sesi ke-332 Governing Body Organisasi Buruh Internasional International Labour Organization/ILO) di Jenewa, Swiss, Rabu, (1/4) waktu setempat.


“Indonesia siap memberikan bantuan teknis kepada negara-negara berkembang, seperti pelatihan, pemagangan, maupun pengiriman tenaga ahli,” kata Indah Anggoro Putri.

Anggoro juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus mendukung kemitraan global dalam penguatan KSST, baik secara bilateral maupun trilateral, termasuk memperkuat kerjasama dengan ILO. Indonesia juga mendorong ILO dapat mendukung implementasi kesepakatan perlindungan pekerja migran di kawasan ASEAN atau ASEAN Consensus on the Protection and the Promotion of the Rights of Migrant Workers dalam kerangka KSST.

Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Swiss, Duta Besar Hasan Kleib, pada kesempatan yang sama menyatakan, sebagai salah satu negara yang berperan aktif dalam pelaksanaan KSST di tingkat global, Indonesia perlu memperkuat kemitraan dengan ILO untuk mengimplementasikan program-program KSST terkait masalah ketenagakerjaan.

“Kerjasama itu penting, karena ILO telah mengembangkan strategi KSST yang bertujuan memperkuat kapasitas pemerintah, pengusaha dan pekerja di negara-negara berkembang untuk menciptakan kerja layak sejak tahun 2012,” kata Duta Besar Hasan Kleib.

Penguatan Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular  dalam penciptaan kerja layak merupakan salah satu isu yang menjadi pembahasan sidang sesi ke-332 Governing Body (GB) ILO yang berlangsung di Jenewa, Swiss, sejak tanggal 12 hingga 22 Maret 2018 mendatang.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh wakil pemerintah, pekerja dan pengusaha yang menjadi anggota dan observer governing body ILO. Dalam sidang ke 332 kali ini, GB juga akan membahas berbagai masalah institusional, program, dan anggaran ILO serta isu-isu kebijakan ketenagakerjaan global yang juga menjadi perhatian Indonesia. Seperti isu pekerja anak, kerja layak dalam pembangunan berkelanjutan, serta isu-isu terkait perlindungan pekerja lainnya.

Governing Body merupakan badan eksekutif ILO yang memiliki tugas untuk memutuskan kebijakan, anggaran dan program-program ILO. GB  terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha dan pekerja. GB dari unsur pemerintah terdiri 56 negara dimana Indonesia saat ini menjabat sebagai Deputy Member.

Di era Presiden Joko Widodo, sebagai anggota G20, Indonesia terus meningkatkan pengaruhnya di dunia internasional. Terutama pada negara-negara yang tingkat perkembangannya di bawah Indonesia, atau sesame negara berkembang. Selain melalui forum ILO, peran Indonesia di bidang ketenagakerjaan juga ditunjukkan dalam forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI). [dzk]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya