Berita

Nusantara

Soal TPST Bantar Gebang, Sandi Jangan Mau Dibohongi Dinas Lingkungan Hidup

SELASA, 13 MARET 2018 | 18:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta disinyalir telah melakukan pemutarbalikan fakta terkait status tanah seluas 10 hektare di sekitar TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Berdasarkan akta jual beli (AJB) maupun sertifikat, lahan tersebut milik PT Godang Tua Jaya (GTJ), pengelola TPST Bantar Gebang sebelumnya.

Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah mengatakan apabila status lahan tersebut tidak segera diluruskan Kepala UPT TPST Bantar Gebang, akan menjadi jebakan terhadap Gubernur Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno.


Pasalnya lahan tersebut rencananya dimanfaatkan untuk lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS), kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Karenanya Pak Wagub Sandiaga yang belum lama berkunjung ke TPST agar tidak mudah dibohongi pimpinan Dinas Lingkungan Hidup," kata Amir, Selasa (13/3).

Amir mengungkapkan karena Dinas Lingkungan Hidup sudah secara sepihak memutuskan kerjasama dengan PT GTJ jo PT Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI) maka tidak ada lagi kewajiban yang harus dilakukan rekanan tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup.

Sebaliknya Dinas Lingkungan Hidup harus membayar ganti rugi kepada PT GTJ karena sejak Juni 2016 sampai sekarang SKPD pimpinan Isnawa Adjie dengan tanpa izin telah memanfaatkan tanah PT GTJ untuk kepentingan usahanya.

"Untuk menyelesaikan masalah pengelolaan TPST, diharapkan Sandi tidak saja mendengar laporan Dinas Lingkungan Hidup tapi juga tatap muka dengan GTJ untuk mendengar penjelasan mereka terkait masalah itu," pangkas Amir.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya