Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

PBB: Konflik Antar Etnis Belum Usai, 2 Juta Anak Terancam Kelaparan Di Kongo

SABTU, 10 MARET 2018 | 10:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lebih dari dua juta anak di Republik Demokratik Kongo (DRC) saat ini berisiko kelaparan jika mereka tidak menerima bantuan yang mereka butuhkan.

Begitu peringatan yang dikeluarkan oleh PBB pekan ini.

Komentar tersebut muncul menjelang pertemuan antara Mark Lowcock, kepala kemanusiaan PBB, dan donor potensial yang bersedia memberikan dana bantuan untuk membantu negara tersebut dalam situasi mengerikan.


"Kami memiliki tanggung jawab yang besar di DRC. Sekarang adalah waktu untuk tetap mengikuti kursus," kata Jens Laerke, juru bicara PBB, mengatakan dalam sebuah briefing di Jenewa seperti dimuat Al Jazeera.

Alasan utama terjadinya gejolak di negara Afrika Tengah itu tak lain adalah terjadinya kekerasan antar etnik dan protes terhadap Presiden Joseph Kabila.

Akhir pekan lalu setidaknya ada 79 orang tewas saat pertempuran terjadi antara penggembala Hema dan petani Lendu di provinsi Ituri utara.

Perselisihan etnis antara Hema dan Lendu dimulai pada tahun 1970an.

Masyarakat terlibat dalam konflik bersenjata dan bersenjata antara tahun 1998 dan 2003, di mana puluhan ribu orang terbunuh.

Dalam beberapa tahun terakhir, kedua kelompok telah mempertahankan konflik tingkat rendah, dengan kekerasan yang kadang-kadang terjadi dalam kekerasan.

Karena konflik tersebut, petani tidak dapat menanam tanaman selama beberapa tahun, dan menyebabkan tingginya tingkat kekurangan gizi.

Provinsi lain juga melihat kekerasan, terutama Kasai dan Tanganyika, di mana ratusan ribu orang berisiko. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya