Berita

Netanyahu dan Trump di Gedung Putih/RT

Dunia

Trump Dan Netanyahu Hanya 15 Menit Bahas Palestina Di Gedung Putih

RABU, 07 MARET 2018 | 12:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hanya membahas soal isu Palestina selama sekitar 15 menit dalam pertemuan singkatyang digelar di Gedung Putih kemarin (Selasa, 6/3).

Dalam pertemuan singkat itu, tidak ada pembahasan soal pemukiman Israel di tanah pendudukan.

"Kami juga berbicara tentang Suriah, Irak, Lebanon dan Palestina. Sekitar separuh waktu tentang Iran, bahkan mungkin sedikit lebih, dan paruh kedua dari sisa masalah ini. Kami tidak menghabiskan lebih dari 15 menit pembicaraan mengenai masalah Palestina," jelas Netanyahu usai menggelar pertemuan.


Netanyahu juga mengatakan bahwa maslaah pemukiman tidak ada sama sekali dalam pembahasan.

Netanyahu juga mengungkapkan bahwa dia belum meninjau usulan perdamaian pemerintah Trump dan tidak dapat memastikannya.

"Kami tidak melihat draf rencana perdamaian mereka. Saya tidak bisa mengatakan atas nama mereka apakah ada atau tidak. Mereka akan memutuskan kapan harus merilisnya," sambung Netanyahu.

Dalam pertemuan itu, Netanyahu berpendapat bahwa Israel tidak berusaha untuk memerintah Palestina secara langsung.

"Saya mengatakan bahwa kita tidak memiliki keinginan untuk memerintah orang-orang Palestina, tapi kita memiliki setiap keinginan untuk melindungi diri kita sendiri," katanya.

"Hal utama adalah bahwa kontrol keamanan di sebelah barat Sungai Yordan tetap ada di tangan kita, dan kita tidak dapat melihat orang lain memegang tanggung jawab itu," sambungnya seperti dimuat Russia Today.

Pertemuan antara Netanyahu dan Trump kali ini adalah yang kelima sejak Trump menjabat tahun lalu. [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya