Berita

Foto/Net

Dunia

Duo Korea Akur Di Meja Makan

RABU, 07 MARET 2018 | 10:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Korut dan Korsel yang selama ini kerap berseteru terlihat akur di atas meja makan. Pemimpin Korut Kim Jong-un menjamu para delegasi Korsel di Pyongyang. Makan malam itu menghasilkan kesepakatan menggembirakan yakni kedua negara akan melakukan pertemuan akhir April.

Kabar pertemuan delegasi Korsel dan Kim Jong-un itu disampaikan Istana Kepresidenan Korsel atau Cheong Wa Dae atau Blue House, seperti dilansir kantor berita Korsel, Yonhap News Agency, Senin (5/3). Ada 10 delegasi Korsel yang dijamu makan malam oleh Kim Jong-un. Delegasi Korsel dipimpin Kepala Kantor Keamanan Nasional Korsel, Chung Eui-Yong. Delegasi terdiri dari lima utusan khusus termasuk Kepala Dinas Intelijen Nasional Korsel Suh Hoon dan Wakil Menteri Unifikasi Korsel Chun Hae-Sung, serta lima staf pendukung. Mereka tiba di tiba di Pyongyang Senin (5/3) siang, sekitar pukul 14.50 waktu setempat, atau sekitar satu jam usai keberangkatan mereka dari Pangkalan Udara Seoul.

Delegasi Korsel disambut Ri Song- Gwong, pejabat Korut yang menjabat Kepala Badan Urusan Antar-Korea. Ri sebelumnya berkunjung ke Korsel sebagai bagian dari delegasi tinggi Olimpiade Musim Dingin Februari lalu. Chung mengatakan, timnya akan menyampaikan keinginan Presiden Korsel, Moon Jae In untuk melakukan denuklirisasi Semenanjung Korea dan perdamaian secara permanen.


Makan malam bersama Kim Jong-un dilaporkan mulai digelar sejak pukul 18.00 waktu setempat, atau sekitar pukul 16.00 WIB. Acara itu berlangsung selama 4 jam. Mereka makan di meja makan berbentuk bundar dengan bangunan dan perlengkapan makan yang didominasi warna pastel.

Jong-un menyambut hangat delegasi Korsel yang beranggotakan 10 orang itu. Suasana makan malam diisi dengan tawa, senyuman dan jabat tangan. Di sela-sela makan malam, delegasi Korsel kemudian menyerahkan surat dari Presiden Moon Jae-in kepada Jong-un.

Jong-un pun memberi perintah melakukan langkah-langkah praktis soal surat dari Moon. "Dia juga melakukan pertukaran pandangan mendalam mengenai isu-isu untuk meredakan ketegangan militer di Semenanjung Korea dan mengaktifkan dialog, kontak, kerja sama serta pertukaran," tulis kantor berita Korea Utara, KCNA, dilansir dari Reuters, kemarin.

Jong-un menawarkan kemungkinan digelar pertemuan tingkat tinggi antar kedua pemimpin Korea. "Korea Selatan dan Korea Utara sepakat mengadakan pertemuan ketiga di Panmunjom pada akhir April," ungkap Chung Eui-yong. Kedua pemimpin negara itu dijadwalkan bakal berbincang melalui sambungan telepon sebelum pertemuan tersebut digelar. Jika terwujud, ini akan menjadi pertemuan tingkat tinggi ketiga bagi kedua negara yang secara teknis masih dalam status berperang setelah Perang Korea berakhir pada 1953 dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Selain bertemu Jong-un, delegasi Seoul bertemu saudarinya, Kim Yo-jong, istri Jong-un dan pejabat lain. Delegasi menyelesaikan lawatan selama dua hari ke Pyongyang kemarin.

Pertemuan kedua Korea ini diibaratkan Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara, Teguh Santosa, bagai hujan turun di musim kemarau yang panjang. "Pertemuan antara Kim Jong-un dan utusan khusus Presiden Moon Jae-in memperbesar harapan semoga perdamaian bisa segera terwujud," katanya dalam keterangan pers, kemarin.

Teguh mengatakan, sejak awal dirinya sudah memperkirakan ketegangan di Semenanjung Korea akan mereda di era pemerintahan Moon Jae-in. Namun, situasi di Semenanjung Korea sempat terganggu oleh provokasi pihak lain dalam hal ini Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan beberapa anasir eksternal. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya