Berita

Ilustrasi/Al Jazeera

Global

UNICEF: 12 Juta Anak Perempuan di Bawah 18 Tahun Menikah Setiap Tahun

RABU, 07 MARET 2018 | 07:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sedikitnya 12 juta anak perempuan menikah pada masa kanak-kanak, di bawah usia 18 tahun, setiap tahunnya.

Begitu hasil yang diungkapkan dalam laporan terbaru United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) yang dirilis pada hari Selasa (6/3).

Dalam laporan itu diungkapkan bahwa walaupun terjadi penurunan persentase pernikahan anak secara global, namun diperkirakan ada lebih dari 150 juta anak perempuan tambahan akan menikah sebelum ulang tahun mereka yang ke 18 pada tahun 2030.


Anju Malhotra, penasihat gender utama UNICEF, mengatakan meskipun pengurangan angka pernikahan anak adalah kabar baik, tapi buka berarti perjuangan berhenti.

"Kita harus secara kolektif melipatgandakan usaha untuk mencegah jutaan anak perempuan dari masa kanak-kanak mereka dicuri melalui praktik yang menghancurkan ini," katanya seperti dimuat Al Jazeera.

"Ketika seorang gadis dipaksa untuk menikah saat kecil, dia menghadapi konsekuensi langsung dan seumur hidup. Kemungkinannya untuk menyelesaikan sekolah menurun, sementara kemungkinan dia dianiaya oleh suaminya dan menderita komplikasi selama kehamilan meningkat. Ada juga konsekuensi sosial yang sangat besar, dan risiko yang lebih tinggi dari siklus kemiskinan antar-generasi," tambahnya.

Dalam laporna terbaru UNICEF itu juga ditemukan bahwa kawasan Asia Selatan telah menyaksikan penurunan terbesar dalam pernikahan anak selama dekade terakhir, dengan risiko menurun dari hampir 50 persen menjadi 30 persen. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya