Berita

Foto: RMOL

Politik

Ingin Kembali ke UUD 1945 Asli, Kata Ketua MPR Tidak Mungkin Rachma Bermaksud Makar

SENIN, 05 MARET 2018 | 17:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua MPR Zulkifli Hasan memahami benar aspirasi masyarakat yang menginginkan agar konsitusi negara dikembalikan ke UUD 1945 yang asli.

Hal itu secara tegas disampaikan Zulkifli Hasan ketika memberikan sambutan dalam pembukaan Rakernas Srikandi Pemuda Pancasila, di Hotel Aston, Jakarta, akhir pekan lalu.

Dalam kesempatan itu Zulkifli Hasan hadir bersama Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri. Ketiganya duduk di satu meja yang sama.


"Ketua MPR dalam sambutannya mengatakan, dia memahami aspirasi kembali ke naskah asli UUD 1945 yang diperjuangkan Ibu Rachma dan teman-teman," ujar fungsionaris Partai Gerindra Eko Surjosantjojo yang juga hadir di kegiatan itu dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Senin, 5/3).

"Ketua MPR juga mengatakan dirinya mengenal Ibu Rachma sejak lama, dan menurut beliau begitu bangun tidur yang dipikirkan Ibu Rachma adalah bagaimana mengembalikan UUD 1945 yang asli. Jadi bagaimana mungkin Ibu Rachma mau melakukan makar," sambung Eko.

Rachma dan Eko sempat ditangkap polisi pada awal Desember 2016 lalu dengan tuduhan makar. Polisi menilai rencana Rachma dan teman-teman mendatangi Gedung MPR RI di hari itu sebagai upaya makar. Padahal, Rachma cs hanya ingin menyerahkan dokumen berisi aspirasi kembali ke naskah UUD 1945 asli. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya