Berita

Pengungsi Kongo/Press TV

Dunia

Gelombang Baru Kekerasan Etnis Renggut 49 Jiwa

SABTU, 03 MARET 2018 | 11:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah serangan baru atas kekerasan etnis telah merenggut nyawa setidaknya 49 orang di Republik Demokratik Kongo, provinsi Ituri pekan ini.

Pembunuhan tersebut terjadi di desa Maze, sekitar 80 kilometer utara Bunia, ibu kota provinsi Ituri yang telah dilanda konflik antara masyarakat Hema dan Lendu.

"Kami telah menghitung 49 mayat dan masih mencari mayat lain," kata Alfred Ndrabu Buju dari badan amal Katolik internasional Caritas seperti dimuat Press TV.


"Seorang anak dirawat pagi ini di rumah sakit umum Drodro, dengan sebuah panah di kepalanya," tambah Buju.

Menteri Dalam Negeri Henri Mova sebelumnya mengatakan 33 orang tewas dalam kerusuhan tersebut.

"Gubernur provinsi sedang dalam perjalanan ke lokasi pembunuhan," kata Mova.

Saksi mata mengatakan bahwa penyerang adalah anggota komunitas Lendu.

"Penyerang pergi ke desa dan melakukan pembantaian yang nyata," kata aktivis lokal Banza Charite.

Dengan demikian, tercatat lebih dari 100 orang telah terbunuh sejak kekerasan meletus di Ituri pada pertengahan Desember. Kerusuhan tersebut juga telah memaksa 200.000 orang untuk meninggalkan rumah mereka.

Menurut angka PBB, lebih dari 28.000 pengungsi telah melintasi perbatasan ke Uganda dalam beberapa pekan terakhir, kebanyakan adalah wanita dan anak-anak.

Ketegangan antara penggembala ternak Hema dan petani Lendu sebagian besar terbengkalai sejak perang 1998-2003, yang merenggut nyawa ribuan orang, namun telah berkobar lagi dalam beberapa bulan terakhir karena perselisihan mengenai tanah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan awal tahun ini bahwa pihaknya akan mencari lebih dari 1,5 miliar dolar AS untuk menanggapi krisis kemanusiaan yang memburuk di Republik Demokratik Kongo. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya