Berita

Big Ben/Net

Dunia

Guru Ini Dinyatakan Bersalah Siapkan 110 "Tentara Anak" Untuk Teror Di Inggris

SABTU, 03 MARET 2018 | 09:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Seorang guru yang juga merupakan pendukung kelompok militan ISIS dinyatakan bersalah karena mencoba menciptakan "tentara anak" untuk membantu melakukan gelombang serangan teroris di London Inggris.

Dia adalah Umar Haque, seorang pria berusia 25 tahun. Dia dihukum karena menyiapkan tindakan terorisme antara tanggal 25 Maret hingga 18 Mei tahun lalu. Di antara target yang dituju adalah markah Inggris ikonik termasuk Big Ben, Queen's Guard dan Bandara Heathrow.

Haque diketahui mengajar studi Islam pada sekitar 110 anak-anak berusia antara 11 dan 14 tahun sambil sesekali mempertontonkan video propaganda kelompok militan ISIS.


Fakta itu terungkap dalam persidangan yang digelar pekan ini di Inggris.

Terlepas dari kenyataan bahwa Haque tidak memiliki kualifikasi mengajar, dia memiliki akses ke 250 anak muda selama lima tahun di dua sekolah melalui pekerjaannya sebagai administrator.

Di antara sekolah tempat dia mengajar, adalah sekolah linguistik Pengetahuan Berbayar di Leyton, dan Essex Islamic Academy, yang juga dikenal sebagai Masjid Jalan Ripple, di London timur.

Polisi yakin dia berpotensi mencoba melakukan radikalisasi terhadap 110 anak.

"Rencananya adalah untuk menciptakan tentara anak-anak untuk membantu beberapa serangan teroris di seluruh London," kata Dean Haydon, kepala Komando Terorisme Polisi Metropolitan seperti dimuat Russia Today.

"Dia mencoba dan dia melakukannya, kami percaya, membuat radikal anak-anak yang rentan dari usia 11 sampai 14 tahun," sambungnya.

Anak-anak dipaksa untuk kembali memberlakukan serangan Westminster yang mematikan tahun lalu dan dilatih untuk membangun kekuatan mereka.
"Dia mencoba mempersiapkan anak-anak untuk menjadi martir dengan membuat mereka berperan sebagai teroris," kata Haydon.

Haydon mengatakan bahwa anak-anak tersebut disumpah untuk menjaga rahasia dan tidak memberitahu orang tua mereka. Haque bahkan mengancam bahwa anak-anak itu akan mengalami nasib yang sama dengan yang ada dalam video militan yang dia tunjukkan kepada mereka jika membocorkan rahasia.

Haque pertama kali menjadi perhatian pihak berwenang ketika kedapatan memiliki material yang berhubungan dengan teroris di ponselnya oleh petugas saat berada di Bandara Heathrow pada tahun 2016. Sejak saat itu, dia menjadi sasaran polisi dan penyelidikan MI5.

"Kami memutuskan untuk melakukan intervensi lebih awal dan menangkapnya untuk apa yang kami pikir merupakan rencana penyerangan aspirasi jangka panjangnya dan kami kemudian menemukan pelanggaran lain mengenai radikalisasi anak-anak," kata Komandan Haydon.

Jaksa mengatakan bahwa terdakwa berencana untuk menggunakan senjata api dan sebuah mobil yang dilengkapi dengan bahan peledak untuk menyerang sasaran di Inggris.

Haque dinyatakan bersalah di Pengadilan Old Bailey di London karena sejumlah pelanggaran termasuk menyiapkan tindakan teroris, setelah sebelumnya mengaku bersalah atas empat tuduhan. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya