Berita

Ukraina/Net

Global

Rusia Stop Pasok Gas, Ukraina Terpaksa Tutup Sekolah

SABTU, 03 MARET 2018 | 07:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Ukraina memerintahkan kepada semua sekolah dan institusi pendidikan tinggi untuk tutup sementara karena adanya masalah dalam pasokan gas dari Rusia.

Pemerintah setempat menyebut bahwa penutupan sekolah merupakan upaya untuk menyelamatkan gas saat pemasok Rusia menolak memberikan lebih banyak bahan bakar.

Pasalnya, seperti dimuat BBC, raksasa energi Rusia Gazprom yang juga adalah salah satu pemasok gas alam terbesar di dunia mengatakan bahwa pihaknya secara sepihak memutuskan kontraknya dengan Ukraina.


Gazprom membuat pengumuman tersebut setelah sebuah pengadilan di Stockholm memutuskan untuk melawannya pada akhir permasalahan hukum yang telah berlangsung lama.

Ukraina sendiri diketahui merupakan saluran utama untuk pipa gas dari Rusia ke Uni Eropa.

Langkah Gazprom membuat pejabat Uni Eropa di Brussels menyuarakan kekhawatiran tentang pasokan gas ke blok tersebut, terlebih saat ini tengah dilanda cuaca dingin di sebagian besar benua.

Langkah Gazprom itu juga membuat khawatir Ukraina yang saat ini tengah mengalami hujan salju parah.

Kementrian Energi Ukraina  merekomendasikan agar institusi pendidikan tutup sampai setidaknya pekan depan.

Perselisihan antara Gazprom dan Ukraina diketahui terjadi beberapa tahun lalu. Perusahaan gas nasional Ukraina Naftogaz mengatakan bahwa pihaknya berutang kompensasi karena kurangnya pasokan yang disepakati dan untuk biaya transit melalui jalur pipa negara tersebut.

Namun Gazprom mengklaim bahwa Naftogaz tidak membayar sepenuhnya untuk gas yang disepakati untuk dibeli.

Setelah perselisihan penjang, pengadilan di Swedia pekan ini mengakhiri perselisihan yang memberatkan Gazprom.

Gazprom kemudian memutuskan sepihak untuk tidak melanjutkan pasokan sejak 1 Maret kemarin dan dilaporkan mengembalikan pembayaran yang telah dilakukan Kiev sebelumnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya