Berita

Politik

Gerindra Dukung Pemprov DKI Tata PKL

JUMAT, 02 MARET 2018 | 19:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Upaya Pemprov DKI Jakarta yang gencar melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) mendapat dukungan. Terbaru, penataan dilakukan terhadap PKL yang berjualan di sekitar Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur.

Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur, Adi Kurnia Setiadi mengatakan jangan sampai keberadaan PKL justru mengganggu kepentingan umum dengan berjualan di ruang publik.
 
Adi mengharapkan ruang publik di Jakarta Timur,  seperti pedestrian, taman dan jalan raya terbebas dari PKL.


"Solusinya ya harus ada lokasi penampungan yang layak dan strategis supaya mereka tidak lagi berdagang di lokasi terlarang," ujar Adi saat menemani Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno blusukan ke Pasar Perumnas Klender, Jumat (2/3).

Adi juga mendorong Pemprov DKI dan PD Pasar Jaya membersihkan praktik pungli maupun premanisme. Pasalnya dia mengaku kerap memperoleh pengaduan dari para pedagang pasar yang kerap dipungkiri oknum yang mengaku-ngaku petugas pasar.

Kutipan yang diminta dari para pedagang jumlahnya bervariasi, antara Rp 2000-Rp 5000.

"Pungli dan premanisme harus diberantas," tegas Adi.

Diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno bersepeda dari rumahnya di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menuju Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, bersama Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana dan Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur, Adi Kurnia Setiadi.

Ketika tiba di pasar, sejumlah PKL melancarkan protes terhadap Sandiaga karena direlokasi ke dalam pasar.

"Tadi sempat mampir di Pasar Perumnas Klender, kami dialog dengan pedagang kaki lima yg sudah kami tata dengan baik. Ada yang masih belum bisa menerima, tapi tadi ada dialog dengan Dirut PD Pasar Jaya. Kami harapkan ada solusi ke depan," kata Sandi.

Sandi menjelaskan, pedagang Pasar Perumnas Klender sudah 20 tahun mengokupasi badan jalan. Warga sekitar merasa keberatan karena keberadaan mereka menghalangi sinar matahari.

Akhirnya, pedagang direlokasi ke dalam pasar. Para pedagang protes dengan relokasi tersebut. Sandiaga mengatakan, para pedagang lama-lama akan menerima hal itu.

"Kami bersama-sama Pak Wali, Pak Camat, Pak Lurah, sepakat sama warga, akhirnya direlokasi ke lantai 1 dan 2. Diharapkan jadi sebuah penataan yang pelan-pelan diterima juga oleh para pedagang," kata Sandi.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya