Berita

Nur Syam/Net

Wawancara

WAWANCARA

Nur Syam: Mars Ya Lal Wathan Ekspresi Doa, Yang Dipermasalahkan Hanya Soal Etika Saja

JUMAT, 02 MARET 2018 | 08:23 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah Arab Saudi melayangkan protes keras ke­pada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh, menyusul aksi jamaah umrah Sorban (an­SORBANser) asal Indonesia yang melantunkan mars Yaa Lal Wathan saat menjalankan sa'i. Koran ini mengetahui jamaah Sorban yang melakukan hal itu lewat akun Twitter-nya, @ GunRomli yang diketahui milik Guntur Romli yang juga ikut dalam barisan jamaah umrah Sorban saat itu.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyayangkan terjadinya aksi tersebut. Dia menjelaskan, apa yang dilakukan jamaah umrah Sorban itu tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Saudi.

Bahkan, menurut keterangn pers KBRI Riyadh, kejadian itu berpotensi mengganggu hubun­gan diplomatik Indonesia-Arab Saudi.


Bagaimana Kementerian Agama menanggapi kejadian itu? Lalu apakah Kemenag melayangkan teguran keras kepada jamaah Sorban? Berikut pernyataan Sekjen Kementerian Agama, Nur Syam kepada Rakyat Merdeka;

Bagaimana Kementerian Agama menanggapi aksi ja­maah umrah sorbant?
Jadi begini, kalau nyanyian dan lantunan-lantunan yang dimaksudkan untuk doa tertentu tidak masalah. Mars 'Yaa Lal Wathan' kan itu hanya ekspresi doa. Cuma yang dimasalahkan itu adalah menyangkut perkara etika saja. Seharusnya tidak perlu dinyanyikan bersama-sama yang bisa mengganggu jamaah umrah yang lain. Jadi itu hanya soal etika saja kurang tepat. Kalau orang berdoa ya boleh-boleh saja.

Pada ibadah sa'i kan itu yang dibutuhkan adalah perjalanan sa'i-nya. Tidak ubahnya orang thawaf yang dipentingkan hanya perjalanan thawafnya. Perkara mereka doa, ya sesuai dengan manasik dan sesuai dengan tuntunan, kalaupun tidak bisa ya tidak masalah. Ya mungkin (hal itu terjadi) karena saking semangatnya ingin bernegara dan ingin Indonesia tetap dalam koridor NKRI. Namun karena semangatnya mereka lupa, ka­lau lantunan tersebut ternyata pada saat-saat yang dalam tanda petik perlu kajian lebih lanjut. Pasalnya (dalam ibadah sai dan thawaf) itu yang dinilai adalah perjalanan fisiknya mereka men­gelilingi kabah tujuh kali atau sa'i tujuh kali putaran.

Jadi menurut Anda aksi itu tidak masalah?
Kejadian ini kita harus jadikan pelajaran. Kalau nyanyian yang dimaksudkan adalah berdoa ya tidak usah berdoa secara ber­jamaah yang bisa mengganggu jamaah lainnya. Berdoa kan bisa dengan hati dan bisa dengan suara pelan.

Mungkin dipandu satu orang saja yang lain bisa dalam hati. Saya rasa ini hanyalah per­soalan etika, jadi jangan buat kegaduhan. Sebab kita semua beribadah dengan tujuan untuk menjaga marwah ibadah itu sendiri.

Artinya kami berharap agar jamaah umrah atau haji meng­hargai jamaah yang lain yang juga butuh kekhusyuan.

Memangnya sejauh ini Kemenag tidak pernah mener­bitkan buku panduan ibadah umrah?
Tentu ada, kan kami sudah punya buku tuntutan manasik, kami sudah punya buku pedo­man umrah, kami sudah pu­nya buku pedomana doa-doa yang harus dilakukan pada saat melakukan sa'i, thawaf, dan ziarah, jadi semua udah ada doa-doanya. Memang bukan surat edaran atau kewajiban. Akan tetapi, kami kerap meminta jamaah umrah atau haji tolong doakan negara Indonesia aman, tentram, dan semakin maju. Hal ini kan sudah terbiasa dilakukan. Meski demikian, kami juga kerap mengingatkan lakukan hal begitu dengan cara-cara yang pantas, etis, dan tidak meng­ganggu jamaah lainnya.

Apakah Kemenag akan melakukan investigasi terkait hal itu? Ya, saya rasa kami imbauan sajalah. Kami tidak melakukan investigasi, namun saya rasa kami ingin memperoleh kejela­san terhadap hal-hal seperti ini, supaya ke depan bisa menjadi acuan. Tapi saya rasa tim haji su­dah melakukannya. Kami tentu tidak bisa memberikan jawa­ban lebih detail. Sebab ranah itu yang lebih tahu Direktorat Jenderal Pelayanan Umrah dan Haji Kementerian Agama.

Kemenag apakah akan memberikan teguran kepada Banser, karena menurut keterangan pers Kedubes Indonesia untuk Arab Saudi kejadian itu berpotensi meng­ganggu hubungan diplomatik Indonesia-Arab Saudi?
Saya rasa teguran dari masyarakat sudah luar biasalah. Teguran dari media sosial dan dari mana saja. Ya, kami hanya bisa mengimbau saja kepada penye­lenggara umrah dan haji agar menyampaikan kepada calon jamaahnya menjaga ketenangan orang lain dalam beribadah.

Kalau meminta penjelasan kepada jamaah yang ikut umrah tersebut apakah sudah dilakukan oleh Kemenag?
Saya rasa kalau meminta penjelasan kepada yang ber­sangkutan sudah dari Direktorat Jenderal Haji dan Umrah Kementerian Agama. Jadi sudah dilakukan itu.

Hasil penjelasannya apa?
Saya tidak tahu hasil persis­nya seperti apa permohanan penjelasan dari biro travel um­rah dan haji yang mengirim mereka-mereka ini. Akan tetapi, saya rasa sudah ada permohonan penjelasan kepada yang bersang­kutan semenjak video ini viral di media sosial. ***

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya