Berita

Bisnis

Setelah Dipuji IMF, Kok Rupiah Jadi Melemah

KAMIS, 01 MARET 2018 | 17:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Mata uang rupiah melemah terhadap mata uang dolar AS. Dikutip dari Bloomberg, pukul 14.00 WIB tadi, nilai tukar rupiah di pasar spot  melemah 0,08% ke level Rp 13.762 per dolar AS.

Valuasi rupiah terhadap dolar AS hari ini menyentuh level terendah sejak Januari 2016. Analis memperkirakan pelemahan rupiah masih akan berlanjut ke level Rp 14.000 per dolar AS.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan melemahnya rupiah imbas dari pergerakan ekonomi global yang dinamis. Salah satunya adalah perubahan kebijakan di Amerika Serikat terkait moneter, fiskal maupun kebijakan perdagangan yang juga memberi dampak bagi Indonesia.


"Kita melihat bahwa saat ini seperti yang dikatakan bahwa ekonomi akan mengalami dinamika yang akan terus menerus kita perlu untuk pantau dan kita jaga," kata Sri.

Soal keterpurukan rupiah terhadap dolar AS jadi sorotan di dunia maya. Tak sedikit yang mempertanyakan kemampuan Sri Mulyani dan tim ekonomi pemerintah.

"Setelah dipuja puji IMF, kok jadinya gini? Killing me softly..." kicau ekonom senior Rizal Ramli di @RamliRizal, Kamis (1/3).

Banyak netizen yang mencoba memberi jawaban kepada Rizal Ramli. Akun milik Ca[r]pe Diem! menyebut pangkal masalahnya ada di Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Sri Mulyani itu ibarat debt collector yang baik buat kreditor. Maka kalau kreditor bilang Sri Mulani numero uno ya kita yang kredit jangan senang dulu," kicau dia.

Akun @NanangWeb menyebut tidak perlu aneh rupiah melemah. Hal ini justru bagian dari janji kampanye Jokowi di Pilpres 2014 lalu.

"Ini baru hebat pak @RamliRizal rupiah semakin meroket," kicau akun bernama Nanang HT itu.

Sementara pengamat politik Hendri Satrio di akun Twitter @satriohendri berkicau, "Rupiah melemah, mari kita tunggu menteri terbaik beraksi." Menteri yang dimaksud Hendri tentu saja Menteri Keuangan Sri Mulyani.[dem]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya