Berita

Shamsi Ali/Net

Dunia

Shamsi Ali Akan Bangun Pesantren Pertama Di Amerika

KAMIS, 01 MARET 2018 | 17:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan kesalahpahaman dunia terhadap Islam khususnya di dunia Barat dan Amerika.

Demikian diungkapkan Imam Besar Masjid New York, Imam Shamsi Ali ketika berbicara pada Doha Interfaith Dialogue Conference ke 13 di Doha, Qatar baru-baru ini. Konferensi yang bertema "Religion and Human Rights" dihadiri sekitar 500 partisipan dari 70 negara di dunia.

Pernyataan ini juga disampaikan Imam Ali di depan komunitas dan wakil ormas Indonesia di Qatar yang dipimpin oleh Edwin Kurniawan ketika memenuhi undangan Duta Besar Indonesia untuk Qatar Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi di Wisma Duta.


Dalam sambutannya, Dubes Basri menyampaikan apresiasi kepada Imam Ali atas dedikasi dan pengorbanannya sehingga citra Indonesia di dunia barat khususnya di Amerika meningkat. Mantan anggota DPR ini juga mengajak komunitas diaspora khususnya yang berada di Qatar agar mengikuti jejak Imam Ali dalam bidang dan keahlian masing masing guna mengharumkan nama Indonesia di luar negeri.
 
Dalam paparannya, Imam Ali yang diangkat sebagai "Ambassador for Peace" oleh the International Religious Federation pada tahun 2002 ini mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Doha diundang oleh Doha International Centre for Interfaith Dialogue (DICID) karena dianggap berhasil mempromosikan dialog antaragama di antara agama-agama nabi Ibrahim di Amerika Serikat (AS).
 
Menurut pejabat KBRI Doha, Boy Dharmawan, penerima ICLI Interfaith Award 2008 ini juga  diundang untuk menjadi pembicara pada diskusi panel di College of Islamic Studies, Hamad bin Khalifa University, di Qatar Foundation (QF). QF bekerja sama dengan 10 universitas terbaik di Amerika Serikat untuk membuka cabang di Qatar untuk menjadikan Doha sebagai kota pendidikan di Dunia dengan membangun berbagai infrastruktur kelas dunia. Upaya ini merupakan bagian dari persiapan  Qatar menjadi tuan rumah piala dunia tahun 2022 mendatang.
 
Ali juga menjelaskan upayanya untuk meningkatkan citra Islam di Amerika pada tanggal 27 Februari 2018 lalu telah membeli lahan seluas 18,30 hektar yang digunakan membangun public educational and retreat center di kawasan destinasi wisata di Kota Moodus di Connecticut, AS. Disampaikan bahwa di atas lahan seluas 7,4 hektar akan didirikan pondok pesantren pertama di Amerika, pondok Nusantara Madani.

Dalam pernyataannya, pria kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan ini minta dukungan dan doa dari komunitas Indonesia khususnya di Qatar.

"Teman-teman, hari ini adalah hari bersejarah bagi Nusantara Foundation, Indonesia dan dakwah Islam di dunia. What I need at the moment is your prayers and support. And thank you!" tulisnya pada pesan WhatApps dari New York, AS kepada KBRI Doha.

Imam yang juga Ketua Dewan Pengawas untuk Federasi Muslim ASEAN di Amerika Utara mengatakan proses pembelian itu dilakukan sejak Nopember tahun lalu, akhirnya pada tanggal 27 Februari telah selesai ditanda tangani serah terima kepemilikian tanah atau properti yang berlokasi di kota Moodus Connecticut.

Menurut Ali yang juga menjabat Wakil Presiden Koalisi Asia-Amerika (AAC-USA) dan Perwakilan PBB ini, Yayasan Nusantara secara penuh memiliki tanah tersebut untuk dikelolah menjadi pusat pendidikan dan dakwah Islam ke depan. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya