Berita

Mardani Ali Sera/Net

Mardani: Pemuda Zaman Now Harus Pekerja Keras

RABU, 28 FEBRUARI 2018 | 22:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemuda zaman now harus memahami empat pilar berbangsa dan bernegara yang saat ini dikenal Empat Pilar MPR agar memiliki komitmen menjaga dan membangun Indonesia.

Empat Pilar MPR itu adalah Pancasila sebagai landasan ideologi, falsafah, etika moral serta alat pemersatu bangsa; UUD RI 1945 sebagai landasan konstitusional; NKRI sebagai konsensus yang harus dijunjung tinggi, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekayaan bangsa dan modal untuk bersatu.

"Pemuda zaman now hidup dalam lingkungan perkembangan teknologi komunikasi, sehingga tidak bisa terlepas gawai. Namun, teknologi komunikasi ini bagai pedang bermata dua," kata Anggota MPR RI Mardani Ali Sera saat sosialisasi 4 Pilar MPR di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, belum lama ini.


Lebih jauh, menurut Wakil Ketua Komisi II DPR itu, pentingnya pemahaman nilai-nilai luhur bangsa kepada pemuda zaman now agar bisa memanfaatkan gawai ke arah yang lebih positif dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk menambah wawasan bahkan bisa menciptakan peluang usaha baru.

Mardani mengatakan, MPR dalam UU mengamanahkan untuk melakukan kegiatan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat. Memberikan pemahaman kepada mahasiswa sangat efektif, sebab jika memahami betul nilai-nilai luhur bangsa maka mereka akan bijak apabila kelak mereka menjadi pejabat publik.

"Saya sangat apresiasi masih ada pemuda zaman now yang banyak hadir dalam gelaran sosialisasi ini dan sangat antusias dan memahami apa itu empat pilar berbangsa dan bernegara sehingga saya yakin dan optimis insyaAllah Indonesia ke depan akan menjadi negara maju," ujarnya.

Mardani berharap pemuda zaman now memiliki berkarakter kebangsaan yang kuat dan pekerja keras akan mampu menjadi penyelamat negara ini dan kedepannya menjadi pimpinan nasional.

"Pemuda zaman now jangan takut untuk menggapai itu semua, asal bekerja keras maka Insya Allah akan tercapai," tutup Ketua Bidang Kepemudaan DPP PKS ini. [ian]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya