Berita

Suriah/Net

Global

Korut Pasok Material Senjata Kimia Ke Suriah?

RABU, 28 FEBRUARI 2018 | 09:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Utara dikabarkan mengirimkan material serta peralatan ke Suriah yang dapat digunakan dalam pembuatan senjata kimia.

Kabar itu pertama kali dihembuskan oleh media Amerika Serikat New York Times, Washington Post dan Wall Street Journal dengan mengutip temuan para ahli PBB.

Pasokan yang dilaporkan dikirim secara ilegal ke Suriah oleh Korea Utara termasuk ubin tahan panas tinggi, asam, tahan korosi dan termometer. Ubin tersebut dikatakan digunakan untuk membangun fasilitas dimana senjata kimia diproduksi.


Lima pengiriman dikabarkan dilakukan ke Suriah melalui sebuah perusahaan perdagangan China pada akhir 2016 dan awal 2017.

Pusat Penelitian dan Ilmu Pengetahuan Ilmiah (SSRC), yang merupakan sebuah badan pemerintah Suriah dikatakan telah membayar Korea Utara melalui sejumlah perusahaan terdepan.

Tuduhan tersebut muncul setelah laporan baru tentang gas klorin digunakan oleh pasukan Suriah. Tuduhan itu ditolak oleh rezim tersebut.
Informasi itu sendiri disebut-sebut bermula dari laporan PBB yang beluim dipublikasikan namun telah bocor lebih dulu.

Juru bicara PBB Stéphane Dujarric tidak mengatakan apakah laporan yang bocor akan dipublikasikan.

"Saya pikir pesan menyeluruh adalah bahwa semua negara anggota memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mematuhi sanksi yang ada," ujarnya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya