Berita

Foto/Net

Bisnis

Industri Kecil Ngarep Omzetnya Ikut Meroket

Perputaran Ekonomi Pilkada Capai Rp 4 Triliun
SELASA, 27 FEBRUARI 2018 | 11:37 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang men­gatakan, belanja kampanye sekitar Rp 4 triliun akan berputar dari para pasangan calon peserta Pilkada 2018, terutama untuk berbagai ke­butuhan atribut kampanye. Hal itu belum termasuk anggaran penye­lenggaraan Pilkada serentak yang berasal dari pemerintah mencapai Rp 20 triliun.

"Ini sangat berdampak pada aktivitas bisnis, khususnya pelaku UMKM dengan kenaikan order dan omzet," katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut dia, Pilkada serentak 2018 akan dilaksanakan di 171 daerah, terdiri dari 17 provinsi, 39 kota dan 115 Kabupaten. Pilkada di 17 provinsi, pasangan calon rata-rata merogoh kocek Rp 75 miliar untuk belanja atribut kampanye, sehingga totalnya sudah mencapai Rp 1,27 triliun. Bahkan di lima provinsi yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan, be­lanja kampanye bisa menembus lebih dari Rp 100 miliar karena wilayah kampanye yang relatif luas.


Sarman memprediksi, peserta Pilkada di tingkat kabupaten atau kota rata-rata mengeluarkan dana belanja kampanye sekitar Rp 10-20 miliar. Itu tergantung luas wilayah dan jumlah pen­duduknya.

Menurutnya, perputaran be­lanja kampanye dapat mening­katkan pertumbuhan ekonomi daerah dan menjadi peluang emas bagi pengusaha UMKM. Pasalnya, sebagian besar kebu­tuhan atribut kampanye dapat diproduksi oleh UMKM seperti alat peraga, spanduk, umbul-umbul, baliho, backdrof, kaus, pin, leaflet dan lain lain.

Belum lagi untuk iklan di media massa, operasional tim sukses, konsumsi, transportasi, perlengkapan hiburan. Dampak tidak langsung, pedagang kelil­ing juga dapat meraih keuntun­gan dari momentum kampanye di tempat terbuka.

Sebab itu, Sarman mengim­bau seluruh pihak terkait mampu menjaga penyelenggaraan Pilkada berjalan dengan aman, damai, dan demokratis. Hal ini agar tak meng­ganggu niat investor asing untuk menanamkan modal ke Indonesia.

"Menjadi tugas kita bersama agar menghindari kampanye berbau SARA (suku, agama, dan ras) yang dapat menimbulkan kegelisahan masyarakat dan aktivitas bisnis," imbuhnya.

Ekonomi Kreatif Naik

Kepala Badan Ekonomi Kre­atif (Bekraf) Triawan Munaf me­nargetkan, kontribusi ekonomi kreatif (ekraf) mencapai Rp 1.000 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Di­harapkan ekraf mampu meng­gantikan peran Sumber Daya Alam (SDA) menopang pereko­nomian nasional.

Dia mengatakan, kontribusi ekraf terus mengalami kenaikan. Tahun 2015 andil ekraf terhadap PDB hanya Rp 852,56 triliun, meningkat jadi Rp 922,58 triliun pada 2016. Hal ini membuat kontribusi ekraf terhadap PDB naik dari 7,38 persen menjadi 7,44 persen.

Target Rp 1.000 triliun di­yakini tak lepas dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan tiga tahun terakhir oleh Bekraf. "Gagasan kreatif tak akan per­nah habis. Ekraf bisa menjadi tulang punggung perekonomian nasional," katanya.

Menurut dia, kemudahan akses permodalan pelaku ekraf juga diberikan melalui Dana Ekonomi Kreatif (Dekraf), Kredit Usaha Rakyat Ekonomi Kreatif (Kurekraf) hingga mengadakan forum bagi investor dan filan­tropi ekraf. "Bekraf juga fokus melindungi produk kreatif karya anak bangsa melalui bantuan pen­danaan hak kekayaan intelektual. Selain itu, diberikan juga dukun­gan sertifikasi dan pelatihan untuk meningkatkan daya saing pelaku." ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya