Berita

Pemilu awal Rusia/RT

Dunia

Pemungutan Suara Awal Digelar Bagi Warga Daerah Terpencil Rusia

SELASA, 27 FEBRUARI 2018 | 12:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia menggelar pemungutan suara awal bagi warga negaranya yang tinggal di daerah terpencil atau bekerja di kapal atau stasiun kutub awal pekan ini.

Jadwal pemilu Rusia sendiri ditetapkan pada tanggal 18 Maret mendatang. Namun undang-undang Rusia tentang pemilihan presiden mengarahkan bahwa pemilihan awal bisa dimulai lebih awal dari 20 hari sebelum tanggal ditetapkan untuk memungkinkan awak kapal dan penumpang kapal yang berada di pelabuhan asing atau ekspedisi jangka panjang, staf di penelitian kutub stasiun dan juga untuk semua penduduk daerah terpencil dan sulit diakses memilih lebih dahulu.

Selain itu, warga negara Rusia yang berada di luar negeri juga diizinkan untuk memilih lebih awal, namun tidak lebih awal dari 15 hari sebelum tanggal pemungutan suara utama. Dengan demikian, pemilih Rusia di luar negeri baru bisa dimulai pada tanggal 2 Maret mendatang.


Sejak tanggal 25 Februari, komisi pemilihan Rusia mulai menerima permohonan dari warga yang ingin memilih di luar tempat tinggal permanen mereka yang terdaftar.

Komisi Pemilihan Pusat Rusia telah melaporkan bahwa pemilihan awal tahun ini untuk warga negara Rusia diadakan di 17 stasiun pemungutan suara di 11 negara asing. Selain itu, kelompok warga tertentu diperbolehkan untuk memilih di 140 stasiun di 74 negara.

Seperti dimuat Russia Today, diperkirakan orang yang mengambil bagian dalam pemungutan suara awal mencapai 150.000 orang. Mayoritas dari mereka, yakni 120.000 orang adalah mereka yang bekerja di daerah terpencil dan sulit dijangkau di Siberia dan Timur Jauh Rusia. Profesi mereka rata-rata adalah tukang minyak, penambang emas, penggembala rusa kutub, dan periset. Sedangkan sekitar 30.000 pemilih awal adalah pelaut dalam perjalanan dan ekspedisi jangka panjang. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya