Berita

Moon Jae In/Net

Dunia

Korsel Dorong Perundingan AS-Korut, Trump: We'll See

SELASA, 27 FEBRUARI 2018 | 11:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Selatan mendesak Amerika Serikat dan Korea Utara menggelar perundingan demi meredakan krisis terkait dengan program nuklir Korea Utara.

"Baru-baru ini, Korea Utara telah menunjukkan bahwa pihaknya terbuka untuk secara aktif melibatkan Amerika Serikat dalam perundingan dan Amerika Serikat sedang membicarakan pentingnya dialog," kata Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dalam sebuah pertemuan di Seoul dengan Wakil Perdana Menteri China Liu Yandong awal pekan ini.

"Ada kebutuhan bagi Amerika Serikat untuk menurunkan ambang batas perundingan dengan Korea Utara, dan Korea Utara harus menunjukkan bahwa pihaknya bersedia untuk melakukan denuklirisasi. Sangat penting Amerika Serikat dan Korea Utara duduk bersama dengan cepat," sambungnya dalam pernyataan yang dirilis kantornya itu.


Korea Selatan sendiri berusaha untuk melibatkan diri dengan dalam serangkaian pembicaraan dengan pejabat Korea Utara sejak Januari tahun ini, dengan harapan dapat menggunakan Olimpiade Musim Dingin yang baru saja ditutup sebagai katalis untuk pendekatan kembali.

Namun Amerika Serikat telah menegaskan bahwa setiap pembicaraan masa depan dengan Korea Utara harus ditujukan pada denuklirisasi negara tersebut, sesuatu yang ditolak Pyongyang.

Korea Utara sendiri akhir pekan kemarin menyatakan kesediaannya untuk berdialog.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa dia ingin melakukan pembicaraan dengan Pyongyang, namun hanya jika kondisinya benar.

"Mereka ingin bicara. Kami ingin bicara juga, hanya di bawah kondisi yang tepat. Kalau tidak, kita tidak berbicara,"kata Trump saat mengadakan pertemuan dengan gubernur negara bagian di Gedung Putih.

"Kita lihat saja apa yang terjadi. Itulah sikap saya, kita akan lihat apa yang terjadi," sambungnya seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya