Berita

Ilustrasi/Press TV

Global

Arab Saudi Buka Pendaftaran Bagi Wanita Untuk Masuk Angkatan Bersenjata

SENIN, 26 FEBRUARI 2018 | 10:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Arab Saudi telah mulai mengizinkan perempuan untuk bergabung dengan angkatan bersenjata sebagai bagian dari program sosial Vision 2030 kerajaan.

Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh divisi Keamanan Umum Saudi pada Minggu (25/2). Dalam pengumuman itu disebutkan bahwa wanita sekarang dapat mengajukan pendaftaran dengan pangkat tentara.

Agar bisa diterima, calon perempuan harus memenuhi 12 syarat, termasuk menjadi warga negara Saudi yang dibesarkan di negara tersebut. Mereka juga harus berusia 25 sampai 35 tahun, memiliki pendidikan minimal SMA, dan harus lulus tes kesehatan. Selain itu, mereka juga harus memiliki tinggi lebih dari 155 sentimeter, dengan rasio berat terhadap tinggi badan yang sesuai.


Wanita yang menikah dengan orang non-Saudi, wanita yang memiliki catatan kriminal, dan wanita dengan riwayat pekerjaan pemerintah sebelumnya tidak dapat mengajukan permohonan.

Dimuat Press TV, pengumuman tersebut disampaikan sebagai bagian dari dorongan reformasi sosial dan ekonomi Riyadh, yang dijuluki "Vision 2030," yang diluncurkan oleh Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman.

Diresmikan pada tanggal 25 April 2016, visi itu disebut-sebut sebagai cara meyakinkan untuk mengubah negara secara ekonomi pada tahun 2030. Rencananya, katanya, ditujukan untuk mengakhiri "kecanduan" Arab Saudi terhadap pemasukan minyak , dan diperkirakan meningkatkan pendapatan non-minyak dari 163,5 miliar riyal pada tahun 2015 menjadi 1 triliun riyal pada tahun 2030 mendatang. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya