Berita

Politik

Zulhasan: Mari Saling Mendekat dan Membesarkan

MINGGU, 25 FEBRUARI 2018 | 22:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang terbentuk karena keberagaman rakyatnya dan hal itu sudah menjadi kesepakatan bersama.

Karena merupakan satu kesepakatan bahwa keberagaman adalah satu kesatuan, maka adanya intoleransi dan radikalisme semestinya tidak boleh ada di negara ini.

"Selamat Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili. Saya percaya kita ini bangsa Toleran. Dalam perbedaan ini, Mari saling mendekat dan bukan menjauh. Mari saling membesarkan dan bukan mengecilkan," katanya.


Hal tersebut diungkapkan Zulkifli Hasan dalam sambutannya saat menghadiri undangan acara Perayaan Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili nasional yang diselenggarakan Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin), di teater Garuda Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (25/2).

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan juga mengingatkan agar rakyat waspada bahwa saat ini ada sinyalemen, potensi bahkan sudah secara nyata ada upaya-upaya adu domba agar bangsa ini satu sama lain bisa saling bermusuhan, saling berkonflik, saling koyak mengkoyak.

"Berdasarkan itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat tanpa kecuali agar bersama-sama mengatakan tidak. Tidak ingin bangsa ini terkoyak. Kita lawan semua mereka yang ingin merusak persatuan dan kesatuan Indonesia," katanya.

Namun, Zulkifli Hasan menekankan agar masyarakat Indonesia jangan hanya menjadi 'penonton' belaka. Seluruh anak bangsa adalah 'pelaku' dan harus terjun melibatkan diri dalam upaya dan usaha menolak segala bentuk upaya merusak bangsa Indonesia.

"Sekali lagi jangan jadi penonton. Bersama-sama kita perkuat Indonesia kita," tandasnya.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya