Berita

Jokowi-Iriana/net

Hukum

Penghina Iriana Jokowi Ngaku Dapat Kiriman Materi Dari Orang Cina

JUMAT, 23 FEBRUARI 2018 | 18:11 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Mustafa Kamal Narullah (57) dicokok oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Kamis (22/2). Kamal terciduk Patroli Siber oleh jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Di akun Facebooknya, Mustafa kedapatan memposting konten yang menghina Ibu Negara Iriana Jokowi dengan kata-kata yang tidak senonoh. Selain menghina Ibu Negara, dia juga mengatakan orang China berasal dari binatang.

"Tersangka Mustafa Kamal ditangkap di Tanjung Pinang hari Kamis malam kemarin. Yang bersangkutan melalui akun medsos yang dia miliki Twitter dan Facebook. Kedua akun miliknya itu memposting ujaran kebencian yang berkonten sara. Misalnya dia mengunggah disebutkan orang China asal dari sperma Anjing dan akan dijadikan PKI oleh Jokowi," kata Kasubdit I Ditsiber Bareskrim, Kombes Pol Irwan Anwar kepada wartawan, Jumat (23/2).


Selain itu, beber Irwan, dalam postingan yang diunggah pada Senin (20/2), Mustofa juga menyertakan ilustrasi gambar porno, yang mengatakan Ibu Negara Iriana Jokowi tengah berhubungan intim dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

"Mengatakan Ibu Negara kita seorang pelacur. Yang bersangkutan bisa juga memposting gambar-gambar yang dapat dijerat pasal-pasal pornografi," ungkap Irwan.

Mustafa Kamal pun mengakui kesalahannya karena telah memposting hal tersebut, ia beralasan postinganya itu berasal dari orang China yang mengirimkan informasi atau berita yang kemudian dia posting kembali di akun Facebook dan Twitter miliknya
 
"Sebetulnya saya telah menyadari saya salah. Saya dapat segala berita berdasarkan ada yang kirimkan kepada saya," kata Mustafa saat ditanya motifnya.

Namun, ketika didesak siapa orang yang dimaksud, dirinya menjawab tidak tahu. Mustafa kini telah dimasukan kesel Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dengan ancaman melanggar UU No 11/2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 28 ayat (2) UU ITE. [san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya