Berita

Justin Trudeau di India/Net

Dunia

PM Kanada Tarik Undangan Makanan Malam Untuk Separatis Sikh

JUMAT, 23 FEBRUARI 2018 | 08:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kanada telah menarik undangan yang sebelumnya diberikan kepada seorang tersangka ekstrimis Sikh untuk menghadiri makan malam resmi dengan Perdana Menteri Justin Trudeau saat dia berada di Delhi pekan ini.

Trudeau dalam kunjungan kenegaraan pertama ke India, mengatakan bahwa Jaspal Atwal seharusnya tidak diundang ke makanan Kamis.

Jaspal Atwal adalah seorang warga negara Kanada asal India yang divonis bersalah dan kemudian dibebaskan karena mencoba membunuh seorang menteri India pada tahun 1986.


Dia dituduh telah menjadi anggota kelompok ekstremis Sikh yang sekarang dilarang.

Trudeau yang menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, telah menangkis kritik bahwa pemerintahannya lunak terhadap ekstremis Sikh selama perjalanan selama seminggu.

"Jelas kita menanggapi situasi ini dengan sangat serius," kata Trudeau kepada wartawan di Delhi.

"Begitu kami tahu, kami langsung membatalkan undangannya," sambungnya seperti dimuat BBC.

Dia mengatakan anggota parlemen dari partainya mengambil tanggung jawab penuh untuk undangan makan malam.

Atwal sendiri diketahui saat ini adalah pengusaha di kota Surrey di Kanada. Dia pergi ke India secara terpisah dan bukan bagian dari delegasi Kanada. Pejabat India mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki bagaimana dia mendapat visa.

Jaspal Atwal mengatakan kepada jaringan Postmedia Kanada bahwa dia tidak berencana menghadiri makan malam yang dipandu oleh komisaris tinggi Kanada, karena dia berada di Mumbai untuk urusan bisnis. [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya