Berita

Foto: KBRI Kyiv

Politik

Ukraina Dukung Indonesia Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB

JUMAT, 23 FEBRUARI 2018 | 05:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah Ukraina memberikan dukungan kepada Indonesia yang tengah mencalonkan diri menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Dukungan itu disampaikan Sekretaris Negara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Andriy Zayats, dalam  Forum Konsultasi Bilateral (FKB) Indonesia-Ukraina ke-2 yang digelar Kamis (22/2).

Andriy Zayats mengatakan, Ukraina yang merupakan anggota tidak tetap DK PBB periode 2016-2017 siap membagikan pengalaman demi kesuksesan Indonesia dalam pencalonan.

Di dalam pertemuan, Andriy Zayats juga mengingatkan kembali sejarah hubungan baik kedua negara yang telah terjalin sejak lama, sejak Ukraina masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Pada tahun 1946, Uni Soviet yang merupakan pendiri dan anggota tetap DK PBB memberikan dukungan penuh pada kemerdekaan Indonesia.


FKB ke-2 ini diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas hubungan kedua negara. Dalam forum tersebut hadir delegasi Indonesia dari Jakarta yang dipimpin Dirjen Amerika dan Eropa Kemlu RI, Muhammad Anshor.

Andriy Zayats mengatakan pihaknya puas dengan kualitas hubungan kedua negara sejauh ini. Tahun lalu, sambungnya, merupakan salah satu tahun tersukses dalam pertukaran kunjungan tingkat tinggi antara kedua negara, terutama dengan intensitas kunjungan parlemen Indonesia ke Ukraina yang tinggi. Hal ini didukung oleh momentum yang diciptakan oleh kunjungan Presiden Ukraina ke Indonesia pada tahun 2016 lalu.

"Untuk meneruskan momentum kerja sama ini, Ukraina mengundang Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri Luar Negeri Indonesia untuk mengunjungi Ukraina pada kesempatan pertama," terang Zayats dalam keterangan KBRI Kyiv yang diterima redaksi, Jumat (23/2).

Kerjasama teknis antara kedua negara sudah terjalin dengan baik, terutama dalam hal kerjasama militer. Walaupun demikian, masih terdapat ruang untuk meningkatkan kerjasama dalam hal pelatihan teknis militer dimana Ukraina menawarkan pelatihan untuk peacekeeping di Universitas Pertahanan Ukraina.

"Selain itu, diharapkan bahwa dimasa mendatang kedua negara dapat meningkatkan kunjungan pejabat tinggi militer untuk mendukung perkembangan kerja sama militer secara umum," terang Zayats.

Sementara itu, Dirjen Amerika dan Eropa Kemlu RI, Muhammad Anshor, mengatakan, hubungan persahabatan kedua negara berjalan dengan sangat baik berkat komunikasi efektif antara kedutaan besar kedua negara, yang dipimpin oleh para Duta Besar yang sangat aktif. Selain itu, Perwakilan Tetap kedua negara baik di New York maupun Jenewa juga selalu melakukan koordinasi erat dalam berbagai isu multilateral.

Dubes Anshor juga sangat mengapresiasi kesediaan Pemerintah Ukraina untuk menjadi tuan rumah FKB yang akan semakin mendukung peningkatan kerjasama kedua negara.

Dia menyampaikan, Indonesia sebagai anggota dari masyarakat internasional yang bertanggung jawab selalu menjunjung tinggi prinsip-prinsip hukum internasional, termasuk penghormatan kepada kedaulatan wilayah seluruh negara, termasuk Ukraina.

Untuk lebih memperkenalkan Indonesia kepada Ukraina, KBRI Kyiv juga telah membangun Anjungan dan Taman Indonesia di Kebun Botani Ukraina serta Miniatur Indonesia di Taman Miniatur Ukraina.

Dan sebagai komitmen untuk meningkatkan people to people contact, lanjut Dubes Anshor, Pemerintah Indonesia telah memberikan kebijakan bebas visa kunjungan singkat bagi WN Ukraina untuk mengunjungi Indonesia semenjak pertengahan tahun 2016. Dalam hal ini, disampaikan permohonan Indonesia agar Ukraina dapat memberikan kebijakan serupa yang akan berkontribusi pada peningkatan kontak antar masyarakat sebagai fondasi hubungan baik kedua negara.

Kedua belah pihak sepakat bahwa FKB merupakan mekanisme reguler yang sangat penting untuk melakukan konsolidasi berbagai isu bilateral dan multilateral antara kedua negara dan perlu terus dilanjutkan.

Pada petermuan tersebut, turut hadir Duta Besar RI untuk Ukraina, Yuddy Chrisnandi dan Duta Besar Ukraina untuk RI, Volodymyr Pakhil. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya