Berita

Andi Narogong/Net

Hukum

Andi Narogong Bantah Pernah Sebut Nama Ganjar Pranowo

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 | 23:43 WIB | LAPORAN:

. Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai saksi dalam sidang lanjutan terdakwa Setya Novanto.

Dalam kesaksiannya, Andi Narogong membantah keterangan mantan ketua DPR RI itu terkait adanya aliran dana kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang saat itu jadi anggota DPR.

"Saya hanya menyampaikan (kepada Setya Novanto) uang USD 7 juta sudah terdistribusikan dari Johannes Marliem dan Anang kepada Pak Irman," ujar Andi di Pengadilan Negerti Tipikor, Jakarta, Kamis (22/2).


Lebih lanjut, hakim juga bertanya pada Andi Narogong, apakah Ganjar juga masuk dalam daftar nama anggota DPR yang dilaporkan pada Setnov menerima uang, Andi mengungkapkan, tidak pernah.

"Saya tidak pernah melaporkan nama (anggota DPR), hanya total saja," ujar Andi Narogong.

Saat Ganjar menjadi saksi, Setnov mengaku mendapat laporan dari Mustokoweni dan Iganatius Mulyono soal penerimaan uang dari Andi Narogong. Uang tersebut rencananya diberikan kepada Ganjar, anggota DPR Komisi II dan Badan Anggaran (Banggar) DPR.

"Tidak ada, saya memberikan uang hanya melalui Pak Irman. Jumlahnya USD 1,5 juta dan USD 700 ribu sebelum lelang. Saat konsorsium menang, ya sudah," ujar Andi Narogong lagi.

Selain membantah keterangan Setnov, Andi juga membantah kesaksian terpidana Muhammad Nazaruddin yang mengaku melihat adanya pemberian uang USD 500 ribu bagi Ganjar di ruang Moestokoweni. Andi juga mengaku tidak pernah kenal dan berurusan dengan Nazar terkait proyek KTP-el ini.

"Tidak benar (keterangan Nazar). Saya tidak pernah kenal dan berurusan dengan Nazar," ungkapnya.

Tudingan Nazar soal Ganjar menerima aliran dana KTP-el, sudah pernah dibantah oleh Andi Narogong Narogong sendiri melalui pledoinya pada Kamis 14 Desember 2017.

"Keterangan saksi Muhammad Nazaruddin bahwa terdakwa pernah memberikan uang kepada Ganjar Pranowo di ruang saksi Mustokoweni adalah tidak benar, dan tidak cukup bukti menurut hukum karena hanya kesaksian yang berdiri sendiri yang justru dibantah oleh saksi Ganjar Pranowo," kata kuasa hukum Andi Narogong, Dorel Almir.

Dorel melanjutkan, keterangan Nazar tersebut juga tidak berdasar karena tidak bisa dikonfirmasi kepada Mustokoweni, padahal diketahui Mustokoweni sudah meninggal dunia pada 18 Juni 2010 atau tiga bulan sebelum klaim Nazaruddin tersebut. [rus]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya