Berita

Imam Anshori Saleh/Net

Wawancara

WAWANCARA

Imam Anshori Saleh: Ada Beberapa KPU Di Daerah Tidak Profesional Dalam Verifikasi Faktual

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 | 10:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bekas Wakil Ketua Komisi Yudisial ini mengungkapkan, partainya sudah mengajukan gugatan sengketa ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), lantaran PKPI tidak lolos KPU sebagai partai peserta Pemilu 2019.

Berikut penuturan Imam Anshori Saleh terkait gugatan yang dilayangkan partainya kepada KPU:

Bagaimana Anda menyikapi keputusan KPU yang me­nyatakan Partai Anda tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2019?
Ya meskipun dalam pengu­muman KPU beberapa hari lalu PKPI belum diloloskan sebagai peserta Pemilu 2019, pimpinan PKPI tetap optimistis dapat menjadi peserta Pemilu 2019. Untuk saat ini, kami sedang mengajukan gugatan sengketa ke Bawaslu karena kesimpulan KPU bahwa PKPI tidak me­menuhi syarat tidaklah tepat. Kami mencatat ada beberapa KPU di daerah yang melakukan verifikasi faktual secara tidak profesional.

Ya meskipun dalam pengu­muman KPU beberapa hari lalu PKPI belum diloloskan sebagai peserta Pemilu 2019, pimpinan PKPI tetap optimistis dapat menjadi peserta Pemilu 2019. Untuk saat ini, kami sedang mengajukan gugatan sengketa ke Bawaslu karena kesimpulan KPU bahwa PKPI tidak me­menuhi syarat tidaklah tepat. Kami mencatat ada beberapa KPU di daerah yang melakukan verifikasi faktual secara tidak profesional.

Seperti apa itu bentuk ketidakprofesionalan KPU Daerah?
Pertama tentang penggunaan sipol (sistem informasi partai politik) sebagai dasar verifikasi. Padahal Bawaslu telah memu­tuskan sipol bukan menjadi dasar pendaftaran maupun verifikasi. Kedua ada beberapa KPUD yang melaksanakan verifikasi tidak sesuai ketentuan. Misalnya seharusnya mereka mendatangi kantor PKPI, kenyataannya mereka malah mengundang pen­gurus dan anggota PKPI ke kan­tor KPU setempat. Di beberapa daerah ada anggota PKPI yang terlambat datang, tidak ditunggu atau diberi kesempatan lagi. Dari situ KPU-nya langsung memberi status tidak memenuhi syarat.

Selain itu?
Ada juga kesalahan adminis­trasi di tingkat kabupaten sudah dinyatakan memenuhi syarat, tapi direkapitulasi provinsi din­yatakan tidak memenuhi syarat. Kita menghargai kerja keras KPU sebagai penyelenggara pemilu 2019, namun sayangnya kerja keras itu tidak dibarengi oleh kerja profesional aparatur KPU di beberapa daerah, sehing­ga merugikan PKPI. Nah, be­berapa hari sebelum KPU men­gumumkan peserta Pemilu 2019, PKPI sudah menyampaikan surat resm ke Bawaslu bahwa terdapat pelaksanaan verifikasi faktual yang menyimpang atau bertentangan dengan ketentuan peraturan perundangan.

Gugatan sengketa itu di­masukan partai Anda ke Bawaslu sejak kapan?
Jadi, pada tanggal 14 Februari 2018 kemarin, partai kami telah resmi menyampaikan surat pengajuan segketa Pemilu 2019 ke Bawaslu beserta lampiran bukti-bukti. PKPI telah mem­peroleh tanda terima pendaf­taran dari Bawaslu dengan nomor 009/PS.PNM/II/2018. Mengapa kami ajukan surat ke Bawaslu sebelum KPU me­mutuskan parpol peserta Pemilu 2019? Hal itu dengan maksud agar KPU tidak mengambil keputusan yang salah. Sebab, bagi kami kepastian menjadi peserta pemilu ini sangat pent­ing karena di belakang kami ada jutaan pendukung dan sim­patisan PKPI. Kami memiliki lebih dari 400 anggota DPRD yang tersebar hampir di semua provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia.

Bagaimana dengan respon kader PKPI baik di pusat maupun daerah menanggapi keputusan KPU itu?
Ya mereka kecewa dengan penetapan KPU dan berharap PKPI segera dapat ikut sebagai peserta Pemilu 2019, seperti parpol-parpol yang lain.

Sebenarnya apa kendala yang dihadapi oleh kader PKPI sehingga tidak lolos?
Kebanyakan pengurus daerah salah paham dengan sipol. Kan semula Bawaslu sudah memu­tuskan agar sipol tidak dipakai lagi sebagai dasar pendaftaran dan verifikasi parpol, tapi kan nyatanya tetap dipakai. Itu yang menyebabkab PKPI tidak memenuhi syarat di beberapa daerah.

Dari kekecewaan itu apakah ada kader di daerah yang langsung memutuskan pindah ke partai lain?
Memang ada beberapa kader yang berencana mau pindah, karena PKPI tidak diloloskan, tapi begitu kami jelaskan per­masalahan di KPU mereka pa­ham dan membatalkan rencana pindahnya tersebut. Sehingga mereka tetap bertahan di PKPI.

Lantas tindaklanjut dengan gugatan yang diajukan oleh PKPI ke Bawaslu bagaimana?
Sudah kemarin sore, gugatan itu dimasukkan oleh kuasa hu­kum kami ke Bawaslu. Surat pen­gantar sudah saya tandatangani bersama Pak Ketua Umum PKPI. Atas gugatan itu, tentu saya ber­harap Bawaslu bisa mengabulkan gugatan kami dan memerintahkan KPU untuk melaksanalan putu­san Bawaslu, yakni, menyatakan PKPI sebagai peserta Pemilu 2019. Karena, sangat disayang­kan kalau jutaan pendukung dan simpatisan PKPI kehilangan hak politiknya. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya