Berita

Nikolas Cruz di persidangan/Reuters

Dunia

Dengan Kepala Tertunduk, Pelaku Penembakan Sekolah Di Florida Hadir Di Persidangan

SELASA, 20 FEBRUARI 2018 | 13:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang mantan siswa yang melakukan penembakan di sebuah sekolah di Florida pekan lalu, Nikolas Cruz dihadirkan di persidangan awal pekan ini.

Dengan mengenakan pakaian tahanan orange, Cruz masuk ke pengadilan dengan kepala tertunduk. Dia tidak menunjukkan emosi selama sesi prosedural di Fort Lauderdale.

Sidang tersebut diakhiri dengan Hakim Pengadilan Broward Circuit Elizabeth Scherer yang menetapkan bahwa sebuah mosi pertahanan yang diajukan minggu lalu tetap disegel dari pandangan publik. Konten yang disegel oleh hakim lain, tidak dijelaskan dalam persidangan.


Dalam sidang kedua, hakim pengadilan Broward Circuit Charles Greene memerintahkan pembebasan beberapa bagian penilaian kesehatan mental Cruz oleh Departemen Anak-anak dan Keluarga Florida pada bulan November 2016. Laporan tersebut telah bocor ke surat kabar Sun Sentinel South Florida.

Cruz, yang tidak menghadiri sidang kedua, menghadapi 17 tuduhan pembunuhan berencana setelah serangan pada hari Rabu di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, dekat Benteng Lauderdale, Florida. Ini adalah penembakan paling mematikan yang pernah terjadi di SMA di Amerika Serikat.

Tersangka, yang ibunya meninggal pada bulan November lalu, diselidiki oleh pihak berwenang setelah video muncul di media sosial platform Snapchat menunjukkan dia memotong dirinya sendiri.

"Cruz memiliki luka segar di kedua lengannya. Cruz menyatakan bahwa dia berencana untuk pergi keluar dan membeli pistol. Tidak diketahui untuk apa pistol itu dia beli," kata laporan yang dilansir persidangan seperti dimuat Reuters.

Dalam sebuah pernyataan, sekretaris departemen Mike Carroll mengatakan bahwa catatan tersebut menunjukkan bahwa Cruz mendapatkan layanan kesehatan mental sebelum, selama dan setelah penilaian. Cruz sebelumnya tinggal bersama ibunya dan bersekolah.

Biro Investigasi Federal telah mengakui kegagalan untuk bertindak berdasarkan sebuah informasi yang muncul bulan lalu yang memperingatkan bahwa Cruz memiliki senjata dan keinginan untuk membunuh.

Kasus ini memicu kemarahan umum di mana muncul gelombang kampanye menuntut pemerintah memperketat pengendalian pembelian senjata api. [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya