Berita

Rafael Nadal/Net

Olahraga

Dapat Ucapan Selamat Oleh Nadal

Federer Nomor 1 Lagi (Sbulte)
SENIN, 19 FEBRUARI 2018 | 09:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sportivitas antarpetenis papan atas dunia patut dicontoh atlet cabor manapun. Terbukti, Rafael Nadal memberi ucapan pada seterunya yang kembali ke singgasana ATP Roger Federer.

Petenis Swiss, Federer, mengambil alih posisi Nadal di peringkat satu dunia ATP setelah mengalahkan Robin Haase di perempat final Rotterdam Terbuka pada pekan ini. Meskipun posisinya digeser, Rafael Nadal tak kesal kepada Federer.

Bahkan, petenis Spanyol terse­but mengirimkan pesan yang menyentuh kepada Federer. Seperti diketahui, Federer ber­hasil memecahkan rekor se­bagai petenis pria tertua yang menguasai peringkat satu dunia, tepatnya pada usia 36 tahun.


Rekor sebelumnya dipegang Andre Agassi. Agassi berusia 33 tahun ketika menjadi petenis no­mor satu dunia pada September 2003.

Petenis berjuluk FedEx terse­but dapat memperlebar keung­gulan poinnya atas Nadal jika mampu mengalahkan Grigor Dimitrov pada babak final, tadi malam.

Pencapaian Federer terse­but benar-benar mengesankan. Selama 13 bulan sejak kembali dari cedera, dia mampu meme­nangi tiga dari lima grand slam yang diikutinya. Nadal memuji sang rival yang sekali lagi ber­hasil membuktikan statusnya sebagai legenda di kancah tenis dunia.

"Roger Federer telah menunjukkan dengan baik apa itu (status legenda) dan tidak perlu kembali ke nomor 1 untuk membuktikannya," kata Nadal, seperti dilansir Express.

"Pada usianya, dia berhasil mencapai sesuatu yang sangat rumit dan kita harus member­inya selamat,"  sambung Nadal.

Petenis Spanyol itu berharap kembali terlibat dalam banyak pertarungan melawan Federer pada masa mendatang. "Federer dan saya melakukan apa yang kami bisa. Nanti akan datang hari ketika kami tak mampu melakukannya," kata Nadal.

"Sampai saat itu datang, saya dan Roger Federer akan mem­berikan yang terbaik dan melihat seberapa lama kami bisa ber­tahan," sambung Nadal.

Cukup lama penantian Roger Federer untuk kembali me­rengkuh posisi sebagai petenis nomor satu dunia. Sekali men­dayung, dua pulau terlampaui pantas disematkan pada petenis berusia 36 tahun itu.

"Saya akan menikmati saat ini, saya sudah memiliki segelas Moet & Chandon," kata juara Grand Slam 20 kali itu, dilansir BBC.

Federer terakhir kali berstatus peringkat pertama ATP World Tour pada 2012 silam seusai menjuarai turnamen Grand Slam di Inggris, Wimbledon. Kendati menikmati prestasinya saat ini, petenis asal Swiss itu menye­but cukup terbebani dengan statusnya.

"Sepertinya saya adalah petenis tertua dengan predikat peringkat nomor satu dunia. Beberapa orang mengatakan­nya padaku tetapi saya merasa agak berat mendengarnya," tulis Federer dalam akun @ rogerfederer. ***

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

UPDATE

Din Syamsuddin Nilai Serangan AS-Israel Bisa Porak-porandakan Dunia Islam

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:14

Serangan AS-Israel ke Iran Bisa Picu Konflik Berkepanjangan

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:02

Iran Tutup Selat Hormuz, Lalu Lintas Minyak Global Terancam

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:59

UI Tegaskan Demonstran yang Maki Polisi Bukan Mahasiswanya

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:41

AS-Israel Sama Sekali Tak Peka Dunia Islam

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:33

KPK Pastikan Anggota Komisi V DPR Terseret Kasus DJKA

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:23

Harga BBM Pertamina 1 Maret 2026: Non-Subsidi Naik Serentak, Pertalite Stabil

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:40

Serangan Trump ke Iran Retakkan Integritas Demokrasi Amerika

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:17

Khamenei Meninggal Dunia, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:07

Kritik PDIP soal MBG Bisa Dipahami sebagai Peran Penyeimbang

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:04

Selengkapnya