Berita

Hasto Kristiyanto/PDIP

Politik

Soliditas Akan Buktikan Jateng Tetap Jadi Kandang Banteng

KAMIS, 15 FEBRUARI 2018 | 06:35 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

PDI Perjuangan tidak takut dengan semangat lawan politiknya yang ingin mematahkan mitos Jawa Tengah sebagai Kandang Banteng. PDI Perjuangan bertekad membawa jagoannya, Ganjar Pranowo, menjadi Gubernur Jawa Tengah untuk dua periode.

"Dengan melihat soliditas kita ini akan menjadi kekuatan gerak untuk menjaga agar Ganjar satu periode lagi sebagai Gubernur dan wakilnya Gus Yasin," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat membuka Rakerdasus PDIPerjuangan Jawa Tengah di Semarang (14/2).

Apalagi, kata Hasto, PDI Perjuangan bergotong royong bersama PPP, Golkar, Partai NasDem, dan Partai Demokrat. Dengan mengusung Taj Yasin Maemoen sebagai calon Wakil Gubernur Jateng, PDI Perjuangan juga sudah membuktikan diri sebagai partai yang tidak berjarak dengan kekuatan Islam.


"Isu politik yang mengatakan kita jaga jarak dengan Islam sama sekali tidak terbukti. Itu adalah upaya politik mendiskreditkan PDI Perjuangan. Kita tidak boleh diam," ujar Hasto menegaskan.

Menurut Hasto, PDI-Perjuangan memiliki akar sejarah yang kuat dengan Islam. Saat menjabat sebagai presiden, Megawati Soekarnoputri menolak aksi sepihak serangan terhadap Irak.

"Beliau melihat akar terorisme adalah ketidakadilan masalah Palestina. Ibu Justru dengan lantang mengatakan akar terorisme adalah ketidakadilan terhadap Palestina dan kita memberikan dukungan sepenuhnya kepada kemerdekaan Palestina," tegas Hasto.

Menurut Hasto, perjuangan kemerdekaan Palestina bahkan sudah dilakukan Indonesia sejak zaman Presiden Soekarno. Bung Karno merupakan presiden yang berjuang mendidik bangsa Palestina agar merdeka.

"Bung Karno begitu dekat dengan keseluruhan tradisi keislamaan dan memahami apa itu Islam rahmatan lil alamin. Karena Bung Karno sejak kecil belajar dengan KH Ahmad Dahlan, HOS Tjokroaminoto, dan bersahabat baik dengan Kyai Wahid Hasyim dan Kyai Wahab Hasbullah. Islam adalah jalan peradaban untuk membangun Indonesia Raya," tutur Hasto.

Bung Karno juga, kata Hasto, yang memperkenalkan kebudayaan Islam di negara-negara Barat. Menurut Hasto, tanpa Bung Karno, Uni Soviet yang dikenal sebagai negara komunis tidak akan memelihara makam Imam Bukhari dan mendirikan Masjid Biru.

"Tanpa Bung Karno tidak ditemukan makam Imam Bukhari. Tanpa Bung Karno tidak ada masjid biru di negara komunis Uni Soviet," jelas Hasto.

Dengan memiliki hubungan Islam yang begitu kokoh dalam sejarah nasional, PDI Perjuangan menilai saat ini ada kekuatan yang berupaya memecah belah keberagaman di Indonesia. Menurut Hasto, Ganjar-Gus Yasin bakal menjadi satu kesatuan tentang kepemimpinan yang menjadi simbol kebhinekaan.

"Di Jateng Mas Ganjar dan Gus Yasin merupakan satu kesatuan kepemimpinan yang berdedikasi bagi rakyat," ujar Hasto.[wid]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya