Berita

Nusantara

Mawardi Yahya: Hari Gini Bicara Tidak Pakai Data, Ditertawakan Orang

RABU, 14 FEBRUARI 2018 | 17:46 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Calon Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Mawardi Yahya, menanggapi tuduhan sejumlah orang yang menyebutnya bicara kemiskinan dan indeks pembangunan manusia (IPM) Sumsel tanpa data.

Menurut dia, orang yang menuduhnya mungkin tidak punya smartphone atau paket internet sehingga tidak mampu mencari data lewat internet.

"Semua data sekarang ini bisa upload atau unduh di internet," jelas Mawardi dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (14/2).


Mawardi menambahkan, orang yang bicara tanpa basis data di era sekarang akan ditertawakan masyarakat.. Jika ada pemerintahan yang mendesak Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menyembunyikan data malah harus dilaporkan.

"Tidak zamannya lagi sembunyikan data. Di era keterbukaan seperti ini bahkan warga negara bisa melaporkan pemerintah yang menolak memberikan informasi publik," lanjut Mawardi.

Mawardi menjelaskan soal kemiskinan. Data terakhir tahun 2017, jelas sekali kemiskinan di Sumsel masih tinggi, bahkan persentasenya lebih tinggi dari kemiskinan nasional. Sumsel 13,10 persen, sementara kemiskinan nasional 10,12 persen. Kabupaten Muba lebih parah, tingkat kemiskinannya 16,75 persen, jauh di atas kemiskinan Sumsel dan nasional.

“Itu data. Ceklah sendiri, itu data BPS. IPM (indeks pembangunan manusia) juga sama saja, tahun 2016 IPM Muba sebesar 66,45 persen berada di bawah IPM provinsi Sumsel 68,24 persen. Sayangnya baik Muba maupun Sumsel berada di bawah IPM Nasional yang mencapai 70,18 persen. Lebih parahnya lagi selama lima tahun kepemimpinan Alex Noerdin-Ishak Mekki, tidak pernah sekalipun IPM Sumsel lebih tinggi dari IPM nasional, ini memalukan," ujarnya.

Ia ingatkan, soal kemiskinan di Sumsel pada tahun 2017 pernah dijelaskan Kepala Bappeda Sumsel terdapat di tiga daerah termiskin yakni Kabupaten Musi Rawas Utara mencapai 19,49 persen, Kabupaten Lahat dengan persentase kemiskinan sebesar 16,81 persen dan Kabupaten Musi Banyuasin dengan persentase mencapai 16,75 persen.

Sementara, penduduk miskin terendah di Kota Pagaralam mencapai 8,89 persen, disusul Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan sebesar 10,98 persen, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur terendah ketiga dengan persentasi mencapai 11,00 persen.

Perwakilan tim pemenangan Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY), Noversa, mengajak semua pihak untuk santai menghadapi kritik. Menurut dia, rakyat akan marah bila pemerintah gagal mengentaskan kemiskinan.

“Saya kira kita harus dingin menanggapi adu konsep para calon. Era sudah berubah, data bisa diakses dari handphone, jadi bekerja saja. Lihat Presiden Jokowi, bekerja terasa oleh rakyat. Kemiskinan turun, lihat data. Ini yang akan diperbaiki oleh HDMY," ujarnya. [ald]


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Pemerintah Siapkan Skenario Haji Jika Konflik Timur Tengah Memanas

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:14

KPK Hormati Putusan Hakim, Penyidikan Dugaan Korupsi Kuota Haji Tetap Berlanjut

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:12

Naik Transjakarta Kini Bisa Bayar Tiket Pakai QRIS Tap BRImo

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:06

Marak OTT Kepala Daerah, Kemendagri Harus Bertindak

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:01

RDF Plant Rorotan Diaktifkan Usai Longsor TPST Bantargebang

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:47

Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Dimulai Hari Ini

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:44

Lantik Pengurus DPW PPP Gorontalo, Mardiono Optimistis Menuju 2029

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:43

Harga Bitcoin Terkoreksi Tipis

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:34

Emas Logam Mulia Naik Rp40 Ribu, Dekati Harga Rp3,1 Juta per Gram

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:29

Viral Mobil Pickup Impor India untuk Koperasi Desa Tiba di Indonesia

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya