Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Anak SD Saja Tahu Kapan Impor Beras

SELASA, 13 FEBRUARI 2018 | 15:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tokoh nasional Dr. Rizal Ramli meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan petani. Kata RR sapaan akrab ekonom senior ini, impor beras justu semakin menyengsarakan petani.

"Jangan jadi raja tega gitu loh," ujar RR saat panen padi bersama kelompok petani di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (13/2).

Sebenarnya, lanjut RR, dia tidak keberatan dengan impor, dengan beberapa alasan. Saat musim paceklik, dimana para petani gagal memanen hasil tanam padinya. Atau jika terjadi badai Elnino yang terjadi 5 sampai 7 tahun itu. Dan jika terjadi gelombang panas yang berdampak besar terhadap produk pertanian.


Fenomena El Nino menyebabkan curah hujan di sebagian wilayah Tanah Air berkurang. Tingkat berkurangnya curah hujan ini sangat bergantung dari intensitas El Nino tersebut. Saat curah hujan berkurang, kekeringan pun datang. Sungai-sungai akan surut airnya, sedangkan pepohonan akan mulai meranggas.

"Kalau perlu banget, saya juga enggak keberatan impor, tapi diaturlah timing-nya. Pas paceklik baru impor, atau kalau ada badai El Nino baru butuh impor. Anak SD juga ngerti, masa menterinya harus diajarin anak SD," terang RR.

Ditambahkan Menko Prekonomian era Presiden Gus Dur ini, jika irigasi persawahan dapat ditata dengan baik, maka Indonesia bisa panen padi sebanyak tiga kali dalam setahun. Karena memiliki sinar matahari dan sumber air yang berlimpah.

"Saya minta Mentan, bangun sawah baru dua juta hektar, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan sebagian Sumatera. Di negara lain, kalau enggak ada beras, pemerintah nya bisa jatuh," demikian RR. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya